Logo Bee Web

Contoh Pajak Tidak Langsung, Pengertian, dan Jenisnya

Contoh pajak tidak langsung ada pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bea Masuk, Pajak Ekspor dan lainnya. Lebih lengkapnya cek di sini
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Thursday, 12 October 2023

Contoh pajak tidak langsung yang sering kita temui sehari-hari ada pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bea Masuk, Pajak Ekspor dan beberapa lainnya. Sebagai warga negara sekaligus pebisnis sudah menjadi hal wajib untuk memahami berbagai jenis pajak yang ditetapkan di Indonesia.

Dalam artikel kali ini kita akan membahas tentang pengertian pajak tidak langsung, unsur, perbedaan, jenis dan contohnya secara lebih lengkap!

Apa yang Dimaksud Pajak Tidak Langsung?

Sebutkan contoh pajak tidak langsung

Pajak langsung maupun tidak langsung wajib dipahami bagi warga negara yang baik (Credit; Freepik.com)

Pengertian pajak tidak langsung adalah pajak yang proses pembungaannya bisa dibebankan kepada pihak lain, atau diwakilkan kepada orang lain yang bertanggung jawab. Selain itu, pajak tidak langsung juga bisa diartikan dengan pajak yang bersifat tidak menentu.

Dimana pemberlakukan pajak tidak dilakukan secara berkala selayaknya pajak langsung, akan tetapi ditagih sesuai dengan hal-hal yang menjadikan seorang wajib untuk membayar pajak.

Contohnya, pada Pajak Penambahan Nilai (PPN) yang umum terjadi di kehidupan sehari-hari yakni, kita tidak akan ada pembayaran PPN baru yang muncul ketika tidak terjadi proses transaksi, sebaliknya tagihan akan muncul ketiga transaksi jual beli diadakan.

Selain itu, pajak ini juga tidak memiliki surat ketetapan pajak, sehingga pembayarannya tidak dilakukan secara berkala/ periodik, namun sesuai dengan kegiatan perbuatan atas suatu kejadian yang dilakukan seseorang.

Unsur-Unsur Pajak Tidak Langsung

Untuk lebih mudah memahami lebih dalam dan mudah, Anda bisa mengamati dari 3 unsur berikut ini:

  • Wajib pajak adalah individu yang secara hukum diwajibkan untuk membayar pajak ketika faktor atau peristiwa tertentu menyebabkan pengenaan pajak.
  • Wajib pajak adalah individu yang menanggung beban pajak dalam arti ekonomi.
  • Individu yang bertanggung jawab untuk membayar pajak adalah orang yang ditunjuk oleh pembuat undang-undang sebagai pemikul beban pajak (destinataris).

Perbedaan Pajak Langsung dan Tidak Langsung

Berikut beberapa perbedaan mencolok antara pajak langsung dan tidak langsung:

1. Cara Dikenakan

Perbedaan pajak langsung dan tidak langsung paling menonjol adalah cara dikenannya. Dimana pajak langsung dikenakan secara langsung pada individu atau entitas yang membayar pajak. Sedangkan pajak tidak langsung dikenakan pada barang atau jasa. Pajak ini ditambahkan ke harga barang atau jasa yang dibayar oleh konsumen.

2. Subjek Pajak

Berikutnya subjek pajak, pada subjek pajak langsung adalah individu atau entitas yang memiliki kewajiban langsung untuk membayar pajak. Mereka tidak dapat mengalihkan beban pajak kepada orang lain.

Kemudian untuk subjek tidak langsung adalah konsumen atau pembeli barang atau jasa. Meskipun bisnis yang mengumpulkan pajak, konsumen yang membayar beban pajak melalui pembelian mereka.

3. Transfer Beban Pajak

Perbedaan selanjutnya ada pada beban pajak, dalam pajak langsung tidak dapat dengan mudah dialihkan kepada pihak lain. Individu atau entitas yang membayar pajak biasanya menanggung beban penuh.

Sedangkan, pajak tidak langsung dapat dialihkan kepada konsumen akhir melalui penentuan harga yang lebih tinggi. Oleh karena itu, bisnis yang mengumpulkan pajak pada akhirnya dapat mengalihkan sebagian atau seluruh beban pajak kepada pelanggan.

4. Kepatuhan Pajak

Berikutnya, kepatuhan pajak cenderung lebih tinggi dalam pajak langsung karena pihak yang membayar pajak tahu secara langsung berapa jumlah yang mereka bayarkan dan harus melaporkannya.

Kemudian untuk kepatuhan pajak dalam pajak tidak langsung dapat menjadi lebih rendah karena konsumen mungkin tidak selalu menyadari berapa besar pajak yang mereka bayarkan, dan bisnis dapat mencoba untuk menghindari pembayaran pajak dengan berbagai cara.

5. Fleksibilitas Pajak

Pajak langsung memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengenakan tarif pajak yang berbeda pada kelompok pendapatan yang berbeda. Ini memungkinkan pemerintah untuk menerapkan prinsip keadilan sosial melalui perpajakan yang progresif.

Sedangkan pajak tidak langsung cenderung memiliki tarif pajak yang sama untuk semua orang yang membeli barang atau jasa yang sama, yang dapat menghambat kemampuan untuk mengenakan pajak yang lebih adil.

Kesimpulan sederhananya, Pajak langsung dan tidak langsung adalah dua jenis utama pajak yang berbeda berdasarkan cara mereka dikenakan dan siapa yang akhirnya menanggung beban pajak.

Contoh Pajak Tidak Langsung

Sebutkan contoh pajak tidak langsung berdasarkan jenisnya, yakni:

1. Pajak Penambahan Nilai (PPN)

Contoh pertama ada Pajak Penambahan Nilai (PNN), PPN adalah pajak yang dikenakan pada setiap tahap peredaran barang dan jasa, mulai dari produsen hingga konsumen akhir. Ini adalah pajak konsumsi yang umumnya dikenakan sebagai persentase dari nilai tambah yang diberikan pada setiap tahap.

Pemerintah mengumpulkan PPN dari pelaku bisnis dan menambahkannya ke harga jual barang atau jasa. Sebagai pebisnis, PNN ini juga perlu diperhatikan, untuk menetapkan PPN Anda bisa menggunakan software kasir online Beepos. Anda bisa mengontrol untuk menambahkan atau tidak secara fleksibel dan mudah. Cek banner di bawah ini untuk dapatkan akses gratis trial khusus pengguna pertama!

Mudah Atur Ppn Sesuai Kebutuhan Dan Type Customer Dengan Program Kasir Beepos

2. Bea Cukai

Berikutnya, Bea cukai adalah pajak yang dikenakan pada impor dan ekspor barang. Tujuannya adalah untuk mengendalikan peredaran barang asing, melindungi produksi dalam negeri, dan menghasilkan pendapatan bagi pemerintah. Bea cukai biasanya dikenakan pada barang-barang tertentu yang dibawa masuk atau keluar dari suatu negara.

3. Pajak Hotel

Ketiga, Pajak hotel adalah pajak yang dikenakan pada layanan penginapan yang disediakan oleh hotel dan tempat penginapan lainnya. Pajak ini dihitung sebagai persentase dari harga kamar atau tarif harian yang dibayar oleh tamu yang menginap di hotel tersebut.

4. Pajak Restoran

Berikutnya ada pajak restoran, pajak restoran adalah pajak yang dikenakan pada pelayanan makanan dan minuman yang disajikan di restoran dan tempat makan serupa. Pajak ini sering kali dihitung sebagai persentase dari total biaya makanan dan minuman yang dipesan oleh pelanggan.

5. Pajak Parkir

Selanjutnya ada pajak parkir, yakni pajak yang dikenakan pada penggunaan fasilitas parkir umum atau swasta. Ini bisa berupa pajak yang dibayar oleh pengguna parkir untuk memarkir kendaraannya di area tertentu.

6. Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Keenam, ada PBB adalah pajak yang dikenakan pada kepemilikan properti, seperti tanah dan bangunan. PBB biasanya dihitung berdasarkan nilai properti dan digunakan oleh pemerintah daerah sebagai salah satu sumber pendapatan.

7. Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PpnBM)

Terakhir, PpnBM adalah pajak yang dikenakan pada penjualan barang-barang mewah atau barang-barang tertentu yang dianggap mewah. Tujuannya adalah untuk mengendalikan konsumsi barang-barang tertentu dan menghasilkan pendapatan tambahan bagi pemerintah. PpnBM biasanya dikenakan sebagai persentase dari harga jual barang mewah yang dikenakan pajak.

Setiap jenis pajak memiliki tujuan dan mekanisme pengenaan yang berbeda, dan mereka berperan penting dalam menghasilkan pendapatan bagi pemerintah dan mengatur aktivitas ekonomi serta konsumsi di suatu negara. Sekian informasi tentang contoh pajak tidak langsung dan pengertian lainnya. Semoga bermanfaat.

Apa Perbedaan Laporan Pajak Bulanan dan Tahunan?
Laporan Pajak Bulanan – Apakah anda pernah kesulitan membuat Laporan Pajak Bulanan atau Tahunan ? Bagi anda yang belum mengerti
Baca Juga
Sistem Pemungutan Pajak: Tulang Punggung Keuangan Negara
Dalam era globalisasi yang semakin berkembang, sistem pemungutan pajak menjadi salah satu aspek vital dalam mengelola keuangan negara. Tanpa sistem
Baca Juga
Pengertian dan Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21
Pajak Penghasilan Pasal 21 ini tentu sudah tidak asing lagi bagi Anda, karena setiap orang  memiliki WP (wajib pajak). Apalagi
Baca Juga
Mengenal EBIT dan Cara Menghitungnya
EBIT adalah singkatan dari Earnings Before Interest and Taxes, jika diartikan dalam bahasa Indonesia adalah Laba Sebelum Bunga dan Pajak,
Baca Juga
Pajak Online Shop: Jenis, Cara Lapor & Bayar Lengkap!
Pajak adalah pungutan wajib.  Sebagai warga negara yang baik, tentu kita harus mematuhi kewajiban membayarkan hak negara berupa pajak. Pajak
Baca Juga
Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Terbaru 2023
Bagi sebagian orang, menghitung besaran PPh 21 bisa menjadi tugas yang menakutkan dan membingungkan. Namun, sebenarnya cara menghitung PPh 21
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu