🌙 Ketupat Lebaran Disc. upto 20%, Pebisnis Ritel Merapat!
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Logo Bee Web

Cara Membuat Laporan Stok Barang dan Contohnya Lengkap

Pusing karena tidak tau cara membuat laporan stok barang di gudang? Padahal lagi hectic. Yuk baca dan belajar caranya berikut ini
Penulis: Rizal Arisona
Kategori:
Dipublish Tgl: Friday, 22 November 2019

Laporan stok barang dalam sebuah bisnis berguna untuk memantau jumlah stok atau persediaan produk dalam sebuah gudang perusahaan itu sendiri. Pada dasarnya tidak ada aturan baku yang dijadikan sebagai standar bagaimana laporan ini dibuat, asalkan mencantumkan hal-hal pokok di dalamnya.

Seperti jumlah stok yang ada, nilai stok terbaru, stok yang hilang rusak, mana srok yang paling cepat habis dan beberapa lainnya. Untuk memudahkan Anda dalam membuat laporan stok, simak selengkapnya pada artikel di bawah ini

Pengertian Laporan Stok Barang

Kontrol Stok Barang

Ilustrasi proses kontrol sok barang (Credit; Freepik.com)

Apa itu laporan stok barang? Sederhananya laporan stok barang adalah laporan jumlah barang yang ada di gudang una mengetahui selisih, kecocokan barang yang ada di gudang. Selain itu, penyusunan laporan ini juga digunakan sebagai alat 'pemantau' dan pengecekan demi tercapainya pengelolaan gudang yang efektif.

Jika diartikan lebih rinci lagi laporan stok barang adalah dokumen yang merekam informasi terkait kuantitas dan nilai barang yang dimiliki oleh suatu entitas atau perusahaan pada suatu periode tertentu.

Dalam penyajian dan penyusunan laporan ini biasanya dilakukan secara berkala seperti harian, mingguan, bulanan, atau tahunan, tergantung pada kebutuhan dan kebijakan perusahaan.

Tujuan utamanya adalah untuk memberikan pemahaman yang jelas tentang kondisi persediaan barang, termasuk barang jadi, bahan baku, dan barang dalam proses.

Informasi dalam laporan ini berguna untuk mengelola persediaan dengan lebih efisien, mencegah kekurangan stok atau kelebihan stok yang tidak perlu, serta membantu dalam pengambilan keputusan terkait pembelian, produksi, dan penjualan.

Baca Juga: 9 Tips Manajemen Kontrol Stok dan Inventaris

Komponen Wajib Laporan Stok Barang

laporan stok

Proses pemberian nama laporan stok barang (Credit: Freepik.com)

Elemen-elemen utama yang biasanya termasuk dalam laporan stok barang antara lain:

1. Nama Barang

Komponen pertama yang wajib ada dalam laporan stok barang adalah nama barang, dimana nama ini digunakan untuk mengidentifikasi barang yang dimiliki oleh perusahaan beserta keterangan rinci tentang setiap barang.

2. Kuantitas

Selanjutnya adalah jumlah fisik dari setiap jenis barang yang tersedia dalam persediaan. Kuantitas ini juga yang menjadi acuan informasi jumlah barang yang ada di gudang secara realtime.

3. Nilai

Selain kuantitas, dalam laporan stok juga perlu mencantumkan nilai moneter dari setiap jenis barang yang tersedia dalam persediaan, yang dapat dihitung berdasarkan harga per unit.

4. Keterangan

Komponen selanjutnya adalah keterangan, berupa informasi tambahan tentang setiap barang, seperti tanggal penerimaan, tanggal kadaluarsa (jika relevan), dan lokasi penyimpanan.

5. Trend dan Analisis

Terakhir adalah tren dan analisis, digunakan sebagai media analisa untuk mengetahui beberapa laporan stok barang juga dapat mencakup analisis tren dari periode ke periode, yang membantu dalam memahami perubahan dalam persediaan dan pola permintaan.

Baca Juga: 10 Tips Manajemen Stok Barang Toko Ritel

Fungsi Penting Laporan Stok Barang

Laporan stok barang memiliki peran penting dalam proses manajemen stok barang bisnis, berikut diantaranya:

1. Pengendalian Persediaan

Fungsi pertama dari laporan stok adalah membantu perusahaan dalam mengendalikan dan mengelola persediaan dengan lebih efektif.

Dengan mengetahui jumlah barang yang tersedia secara akurat, perusahaan dapat menghindari kekurangan atau kelebihan stok yang dapat menyebabkan kerugian finansial.

Pengendalian persediaan yang baik juga membantu dalam mengoptimalkan biaya penyimpanan dan pengadaan. Sehingga operasional dan pengelolaan gudang bisa dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

2. Perencanaan Produksi dan Distribusi

Berikutnya adalah memudahkan proses produksi dan distibusi bisnis. Dimana dari Informasi dari laporan stok perusahaan bisa melakukan perencanaan dengan lebih baik.

Melalui data persediaan yang tersedia, perusahaan dapat mengatur produksi sesuai dengan permintaan pasar yang aktual.

Hal ini membantu dalam menghindari ketidakseimbangan antara produksi dan permintaan, yang dapat mengakibatkan kerugian atau kelebihan persediaan.

3. Pengambilan Keputusan Strategis

Laporan stok barang menyediakan data yang diperlukan untuk analisa bisnis di masa depan. Bahan analisa ini berasal dari tren dalam persediaan dari laporan stok dari waktu ke waktu. Sehingga perusahaan/ bisnis bisa melakukan pengambilan keputusan secara strategis.

Selain itu, perusahaan juga bisa mengidentifikasi barang yang paling laku terjual, dan menentukan waktu yang tepat untuk mengenakan promosi atau penjualan khusus. Informasi ini membantu dalam merencanakan strategi bisnis yang lebih efektif.

4. Pemantauan Kualitas Barang

Peran penting dari laporan stok selanjutnya adalah dapat membantu dalam memantau kualitas barang yang disimpan. Perusahaan dapat mengidentifikasi barang yang mendekati tanggal kadaluarsa atau barang yang mungkin mengalami kerusakan.

Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengambil tindakan yang diperlukan, seperti mengurangi harga atau mengeluarkan barang dari persediaan, sehingga menghindari risiko penjualan barang yang tidak layak konsumsi.

5. Pelaporan dan Kepatuhan

Dalam beberapa industri atau sektor, seperti makanan dan obat-obatan, laporan stok barang diperlukan untuk mematuhi regulasi dan standar keamanan. Laporan ini membantu perusahaan untuk melacak asal-usul barang, mengidentifikasi riwayat pengolahan, dan memastikan kepatuhan terhadap persyaratan hukum dan peraturan yang berlaku.

Cara Membuat Laporan Stok Barang

kontrol stok

Berikut langkah-langkah dalam membuat laporan stok barang sederhana:

1.  Menyiapkan Data Barang

Langkah awal yang perlu dilakukan dalam membuat laporan stok barang adalah dengan menyiapkan data barang yang ada di gudang. Data ini menjadi hal yang paling penting dalam membuat laporan. Pengumpulan data ini bisa dilakukan dengan melakukan stok opname.

Sebab itu Anda perlu melakukan dengan teliti terkait data yang Anda siapkan. Dari data ini juga Ada bisa memperkirakan siapa target pasar? Berapa perkiraan penjualan hingga penyusunan strategi promosi yang akan digunakan.

2. Membuat Forecast Stock

Setelah menyiapkan data langkah berikutnya adalah menyiapkan forecast stok. Forecast stok adalah kegiatan untuk melakukan perencanaan jumlah kebutuhan barang dengan melakukan prediksinya.

Hal ini dilakukan untuk memantau persediaan barang di gudang maupun catatan pembukuan secara keseluruhan.

3. Buat Barcode/ Kode Barang

Menggunakan barcode atau kode barang pada produk dapat menyederhanakan proses pencatatan dan membantu melacak aliran barang. Barcode memudahkan untuk memantau barang yang masuk dan keluar. Untuk itu, Anda perlu menyiapkan barcode atau kode barang dalam proses manajemen stok ini.

4. Buat Format Laporan Stok Barang

Format Laporan Stok Barang Sederhana

 

Format laporan stok barang umumnya mencakup beberapa komponen penting yang memberikan informasi detail tentang kuantitas dan nilai barang yang tersedia dalam persediaan. Berikut adalah format laporan stok barang beserta rinciannya:

  • Tanggal Laporan, ketika laporan stok barang disusun.
  • Daftar Barang, nama dan deskripsi barang yang tersedia dalam persediaan.
  • Kode Barang, kode unik atau referensi untuk mengidentifikasi setiap barang.
  • Kuantitas Awal, jumlah barang yang ada dalam persediaan pada awal periode.
  • Pembelian. jumlah barang yang dibeli atau diterima selama periode.
  • Penjualan, jumlah barang yang dijual selama periode.
  • Penggunaan Internal, jumlah barang yang digunakan untuk keperluan internal perusahaan (jika ada).
  • Kuantitas Akhir, jumlah barang yang tersisa dalam persediaan pada akhir periode.
  • Harga Per Unit, harga rata-rata atau harga per unit untuk setiap barang.
  • Nilai Persediaan, nilai total persediaan, dihitung dengan mengalikan kuantitas akhir dengan harga per unit.
  • Keterangan Tambahan, informasi tambahan tentang setiap barang, seperti tanggal pembelian, tanggal kadaluarsa (jika relevan), dan lokasi penyimpanan.

5. Lakukan Pengecekan Barang

Selanjutnya adalah melakukan pengecekan barang. Sebab akan sangat memungkinkan terjadi kerusakan, cacat produksi hingga hilang. Sehingga Anda perlu memisahkan mana produk yang baik dan gagal produksi sebelum melakukan penyimpanan.

6. Masukkan Data Barang

Langkah selanjutnya adalah mendaftarkan item produk. Dan sekali lagi, gunakan pendekatan terorganisir yang membuatnya mudah untuk tetap di jalur yang benar serta akurat.

Kategorikan produk dengan benar dan bagi semuanya menjadi bagian yang dapat dikelola dengan baik. Dari sana, kita bisa mendapatkan barang-barang yang tercantum pada template bersama dengan informasi yang disebutkan sebelumnya.

Jangan lupa untuk menambahkan nomor untuk stok yang rusak, hilang, atau dicuri. Dalam banyak kasus, kondisi barang seperti itu adalah alasan mengapa stok tidak seimbang dengan pesanan pembelian dan data yang diambil dari sisi penerima.

7. Hitung Proyeksi Kerugian / Keuntungan

Jika informasi dasar yang disebutkan di atas dapat ditemukan pada laporan secara terorganisir, laporan tersebut dapat digunakan untuk beberapa hal. Salah satunya adalah laporan stok akan menunjukkan berapa banyak persediaan stok barang di gudang.

Laporan ini juga akan memberikan informasi sejumlah tertentu dalam hal berapa banyak persediaan barang yang bisa dinilai dalam bentuk uang, bersama dengan ulasan (review) tentang pesanan mana yang harus ditambah / dikurangi.

Dengan informasi ini, perhitungan dan kontrol stok yang berharga dapat dibuat yang pada akhirnya menentukan tindakan bisnis apa yang perlu kita lakukan. Inilah sebabnya mengapa laporan stok harus sangat akurat, yang berarti penghitungan ganda hingga tiga kali lipat direkomendasikan ketika jumlahnya tidak seimbang.

Contoh Laporan Stok Barang

Berikut beberapa contoh laporan stok barang:

1. Contoh Laporan Stok Barang Bulanan

Contoh Laporan Stok Barang Bulanan manual

Ilustrasi laporan stok barang bulanan

2. Contoh Saldo Stok Barang Beecloud

 

Contoh Buku Stok Barang

Laporan stok barang mengunakan Beecloud (Credit: Freepik.com)

3. Contoh Laporan Stok Barang Excel

Pembukuan Stok Barang

Ilustrasi contoh laporan stok barang excel

4. Laporan Stok dengan HPP/ Sub Total HPP

Laporan Stok Barang Dan Hpp

Untuk memudahkan Anda dalam mengelola dan manajemen stok barang di gudang secara otomatis lengkap dengan laporannya Anda bisa menggunakan software akuntansi online Beecloud. Barang masuk dan keluar mudah dicatat dan dipantau, gampak cek produk terlaris hingga produk yang paling lama disimpan di gudang.

Inventaris jadi lebih mudah dan menyenangkan. Yuk langganan sekarang juga dengan klik banner di bawah ini dan dapatkan segera gratis trial TERBATAS hanya untuk Anda pengguna pertama!

Beecloud Kelola Stok Barang Di Gudang

Stock Opname Adalah: Fungsi, Contoh dan Cara Menyusunnya
Stock opname adalah menghitung barang fisik yang tersisa di gudang yang nantinya akan dicocokan dengan catatan transaksi. Kegiatan ini wajib
Baca Juga
5 Jenis Biaya Produksi dan Pengertiannya Beserta Contoh
Perusahaan harus menghadapi berbagai jenis biaya produksi yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan barang atau layanan. Dalam dunia bisnis, memahami biaya
Baca Juga
Inilah Manfaat Aplikasi Gudang untuk Manajemen Gudang
Ketika menjalankan bisnis, ternyata aplikasi gudang memiliki peran yang sangat penting agar bisnis Anda berjalan dengan lancar dan meminimalkan terjadinya
Baca Juga
Mengenal Metode Perpetual, Perbedaan dan Contohnya
Secara umum metode perpetual adalah sebuah metode yang digunakan untuk pencatatan setiap waktu guna menyesuaikan transaksi pembelian dan penjualan dari
Baca Juga
13 Rekomendasi Aplikasi Stok Opname Barang Terbaik 2023
Stok opname adalah aktivitas menghitung persediaan barang yang masih tersimpan di gudang untuk dipasarkan nantinya, untuk meningkatkan efisiensi kerja dibutuhkan
Baca Juga
Contoh PO (Purchase Order) dan Fungsinya dalam Proses Transaksi
Saat melakukan transaksi bisnis tentu dibutuhkan berbagai dokumen penting, salah satunya adalah PO atau purchase order. Contoh PO ini sendiri
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu