Logo Bee Web

Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan (Lengkap)

Dalam siklus akuntansi di bagian akhir setelah pembuatan jurnal penutup ada satu step yakni pembuatan neraca saldo setelah penutupan.
Penulis: Al Faris
Kategori:
Dipublish Tgl: Sunday, 26 March 2023

Dalam siklus akuntansi di bagian akhir setelah pembuatan jurnal penutup ada satu step awal sekaligus akhir yakni pembuatan neraca saldo setelah penutupan. Neraca yang disiapkan untuk periode selanjutnya.

Tujuan dari adanya neraca ini adalah guna memastikan saldo awal perusahaan benar dan tepat, debit dan kredit pun seimbang setelah proses penutupan berlangsung. Bagaimana penjelasan detailnya? Simak selengkapnya di bawah ini

Pengertian Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca Saldo Setelah Penutupan

neraca saldo ini berfungsi untuk menyiapkan sederet laporan keuangan perusahaan

Neraca saldo setelah penutupan adalah laporan keuangan terkait saldo di akhir periode setelah penutupan, sekaligus sebagai media untuk memverifikasi jika semua akun sementara telah ditutup dan saldo awal sudah di setting menjadi nol (0).

Pada umumnya neraca saldo setelah penutupan akan menghasilkan akunnya sendiri, adapun akun yang ada dalam neraca saldo setelah penutupan yaitu akun riil yang terdiri dari harta, utang dan modal.

Selain itu, neraca saldo setelah penutupan juga digunakan sebagai sebagai media untuk memastikan jika saldo debit dan kredit juga sama atau balance setelah penutupan berlangsung dan saldo yang berada di akun permanen sudah benar-benar telah dilakukan penutupan dalam hal ini disebut jurnal penutup.

Sedangkan secara pengertian lebih rincinya merasa saldo setelah penutupan atau post closing trial balance adalah sebuah akun yang berisi seluruh saldo yang ada di riil account yang disusun di akhir periode akuntansi perusahaan.

Data saldo yang ada di neraca setelah penutupan ini harus sama dengan dengan jumlah total nilai saldo yang ada pada jurnal yang sudah ditutup pada periode akuntansi sebelumnya. Jika terdapat perbedaan akuntan wajib melakukan analisis ulang keduanya untuk memastikan kembali kebenaran dari laporan keuangan ini.

Menurut OCBC NISP tujuan penyusunan neraca saldo adalah untuk memastikan bahwa terdapat akurasi antara jurnal dengan buku besar dalam pembukuan.

Dalam penyusunan neraca ini seorang akuntan wajib mengidentifikasi jumlah data transaksi kembali. Dimana nilai dari laporan neraca harus mencerminkan Jumlah total transaksi yang terjadi selama siklus akuntansi. Artinya keduanya harus balance atau seimbang.

Siklus Akuntansi Neraca Saldo Setelah Penutupan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas post closing trial balance ini memiliki peran yang cukup krusial dan penting bagi keseimbangan laporan keuangan pada setiap periode akuntansi perusahaan. Oleh sebab itu, sudah seharusnya pebisnis memahami bagaimana siklus dari neraca saldo setelah penutupan ini. Berikut diantaranya:

  • Siklus akuntansi neraca setelah penutupan pertama yang harus dilakukan oleh akuntan adalah mencatat setiap transaksi yang terjadi di perusahaan selama periode akuntansi berlangsung.
  • Kedua, menyusun neraca saldo setelah proses pencatatan transaksi selesai dilakukan.
  • Ketiga, dilanjutkan dengan membuat pasal penyesuaian, dimana setiap ayatnya harus disusun dan disepakati bersama dan harus dicatat ke dalam buku besar.
  • Keempat, menyusun neraca saldo setelah penyesuaian. Akuntan perlu membuat jurnal ini setelah melakukan identifikasi dan penyesuaian dari neraca saldo yang dibuat sebelumnya dengan transaksi yang ada. Sebab, tidak semua transaksi bisa dimasukkan dalam neraca saldo.
  • Berikutnya adalah menyusun laporan keuangan perusahaan sebagai syarat awal membuat jurnal penutup.
    Dengan adanya jurnal penutup ini perusahaan akan menutup seluruh akun yang memiliki kaitan dengan laporan laba rugi dan perubahan modal, untuk disiapkan pada periode berikutnya.
  • Terakhir, membuat jurnal pembalik sebagai tanda awal siklus akuntansi baru di mulai di perusahaan.

Format Neraca Saldo Setelah Penutupan

Dalam setiap laporan keuangan pasti ada ketentuan format yang harus diikuti pembuatannya, dimana format ini merupakan deretan pembahasan pokok yang wajib ada dalam laporan juga panduan penyusunan laporan itu sendiri.

Berikut format dari laporan neraca saldo keuangan yang bisa Anda pelajari:

1.Komponen Wajib dalam Neraca Saldo Setelah Penutupan

Format pertama yang akan dibahas adalah deretan komponen yang harus ada dalam neraca setelah penutupan. Komponen ini terdiri dari judul, nama perusahaan pemilik laporan, periode pelaksanaan/ pembuatan, tanggal penyusunan dan neraca.

2. Isian dari Masing-Masing Kolom Laporan

Setelah komponen, secara ini juga memiliki deretan kolom yang harus diisi dengan sejumlah informasi didalamnya, diantaranya seperti penjelasan berikut ini:

  • Kolom 1, berisi deretan angka atau kode akun
  • Kolom 2, berisi tentang nama akun, sesuai dengan kode akunnya.
  • Kolom 3, berisi dengan besaran debit.
  • Kolom ke 4, berisi tentang besaran nilai dari kredit

3. Laporkan Ke Dalam Buku Besar

Jika semua kolom sudah diisi dan data antara kredit dan debit sudah balance, akuntan bisa menyusun laporan dan diposting ke dalam buku besar. Pastikan data yang ada pada tabel neraca ini sesuai dengan closing jurnal yang sudah disusun sebelumnya.

Cara Membuat Neraca Saldo Setelah Penutupan

Setelah memahami tentang format, berikutnya adalah cara membuat neraca saldo penutupan yang tepat. Ada bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

1.Proses Penjurnalan Akhir Harus Sudah Selesai Dilakukan

Langkah awal dalam menyusun neraca saldo setelah penutupan adalah memastikan jika proses akhir jurnal penutup sudah dilakukan. Artinya pada proses penjualan seluruh akun sudah selesai ditutup dan dimasukkan ke dalam buku besar.

Hasil dari penutupan ini akan memberikan gambaran bagaimana seluruh transaksi yang terjadi di perusahaan sudah dimasukkan ke dalam buku besar dan disusun berdasarkan data yang benar dan akurat.

2.Menutup Akun Nominal dari Jurnal Penutup

Jika proses jurnal penutup sudah dilakukan, berikutnya adalah mulai menyusun neraca setelah penutupan, dengan Menutup akun Nominal dari Jurnal penutup yang sudah dibuat sebelumnya.

Penutupan akun ini dilakukan pada sejenis akun seperti akun pendapatan, akun biaya, aku ikhtisar laba rugi dan perubahan modal dan akun prive. Dengan menutup akun ini perusahaan akan lebih mudah mengontrol kondisi keuangan dari periode 1 ke periode berikutnya, karena data yang ditampilkan tidak rancu.

2. Posting dan Tutup Akun Pada Buku Besar

Berikutnya adalah memposting dan menutup akun yang ada di buku besar. Adapun deretan akun yang ditutup pada tahapan ini adalah akun pendapatan pada buku besar dan akun biaya pada buku besar

3. Menyusun Neraca Saldo dari Akun yang Ditutup, Kecuali Akun Riil

Langkah terakhir adalah menyusun neraca saldo berdasarkan akun yang sudah ditutup sebelumnya tidak termasuk akun riil yang ada.

Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca Saldo Setelah Penutupan Perusahaan Dagang

Contoh Neraca Saldo Setelah Penutupan Perusahaan Dagang (Sumber: akuntansis.blogspot.com)

Manfaat Neraca Saldo Setelah Penutupan Bagi Perusahaan

Setiap perhitungan yang terjadi pada akuntansi, pastinya memiliki banyak manfaat bagi bisnis. Berikut deretan manfaat dari adanya neraca saldo setelah penutupan bagi perusahaan:

1.Memeriksa Kebenaran Saldo Setelah Proses Jurnal Penutup

Manfaat pertama dari adanya neraca saldo setelah penutupan adalah memastikan saldo yang sudah di proses dalam jurnal penutup masih sesuai dan tepat. Serta, mengetahui dan memeriksa keseimbangan data dari akun kredit dan debit yang ada.

Proses pemeriksaan ini penting dilakukan, guna membandingkan data dari membandingkan kebenaran data antara neraca lajur, neraca penutup dan posisi keuangan perusahaan. Ketiga nilainya harus sama dan tidak boleh berbeda. Jika ada perbedaan, akuntan perlu melakukan penyesuaian ulang.

2. Menjadi Salah Satu Unsur Penting Dalam Laporan Keuangan

Kedua, neraca saldo ini berfungsi untuk menyiapkan sederet laporan keuangan perusahaan, seperti laporan laba rugi, laporan neraca, akurat kas dan sejenisnya di setiap akhir periode akuntansi. Sebab, semua akun yang ada di dalam buku besar tercatat dalam neraca.

3. Membantu Perusahaan dalam Melakukan Analisis Komparatif

Berikutnya, neraca saldo penutupan juga bermanfaat untuk membantu perusahaan dalam melakukan analisis komparatif. Artinya, perusahaan bisa membandingkan kondisi keuangan dari periode satu ke periode lainnya untuk digunakan sebagai bahan evaluasi.

4. Membantu Proses Memahami Proses dan Pemahaman Akurasi Aritmatika Bisnis

Selanjutnya, neraca ini juga bisa membantu perusahaan dalam memahami proses akurasi aritmatika bisnis, dimana segera setelah jumlah data transaksi dipindahkan dari masing-masing akun akan dianalisa berdasarkan angkanya.

Sekian, informasi mengenai neraca saldo setelah penutupan, semoga bermanfaat.

Dalam membuat neraca saldo tentu dibutuhkan beberapa komponen. Semakin banyak akun tentu semakin banyak perhitungan. Apalagi jika nilai debit dan kredit tidak sama tentu membuat Anda bingung mengoreksi kesalahannya. Oleh karena itu, lebih mudah jika Anda menggunakan software akuntansi yang terkomputerasi sehingga dalam membuat laporan akuntansi jadi lebih mudah, praktis dan cepat.

Mengelola bisnis termasuk dalam pembuatan laporan keuangan lebih mudah dengan software akuntansi. Beeaccounting bisa Anda gunakan untuk membantu menyusun laporan keuangan cukup sekali klik.

Beeaccounting Jual Beli Bayar Laporan Akuntansi Lengkap Jurnal Neraca Laba Rugi Cash Flow

Coba gratis Beeaccounting klik gambar di atas

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Tips Bisnis

Coba Gratis

Follow Social Media Bee

Apa itu Biaya Penyusutan Alat? Begini Cara Menghitungnya
Biaya penyusutan alat adalah hal yang mengacu pada penyebaran biaya peralatan setelah dikurangi nilai sisa sepanjang umur peralatan tersebut. Selanjutnya, 
Baca Juga
ERP Adalah Sistem yang Bisa Digunakan untuk Optimalisasi Bisnis
Bagi yang belum mengenal istilah bisnis yang satu ini, ERP adalah sistem dalam bisnis yang banyak digunakan baik itu oleh
Baca Juga
Software Akuntansi Untuk Developer Perumahan
Adanya software akuntansi untuk developer perumahan menjadi bukti bahwa digitalisasi kini adalah keniscayaan. Segala sendi kehidupan manusia perlahan mulai terjamah
Baca Juga
General Ledger: Pengertian, Fungsi, Cara Membuatnya
Apa itu general ledger? General ledger bukan lain adalah buku besar dalam akuntansi. Berikut ini pengertian, fungsi, dan cara membuat
Baca Juga
Profesi Akuntan Adalah: Pengertian dan Tugas
Akuntan memiliki peran utama dalam perusahaan karena mengarahkan langsung dengan keuangan perusahaan. Jika ada kesalahan dalam pembukuan keuangan, perusahaan akan
Baca Juga
Mengenal Accounting Payable, Jenis dan Contohnya
Accounting payable adalah salah satu akun yang tercatat di buku besar. Posisinya mewakili kewajiban perusahaan untuk melunasi utangnya yang berjenis
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu