Logo Bee Web

Mengenal Accounting Payable, Jenis dan Contohnya

Accounting payable adalah salah satu akun yang tercatat di buku besar. Sistem transaksi ini kerap dipakai perusahaan di bidang industri
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Tuesday, 4 July 2023

Accounting payable adalah salah satu akun yang tercatat di buku besar. Posisinya mewakili kewajiban perusahaan untuk melunasi utangnya yang berjenis jangka pendek. Tentunya utang bukanlah hal yang asing dalam menjalankan sebuah usaha.

Bahkan perusahaan berskala besar pasti memiliki utang, baik itu jangka pendek hingga panjang. Pencatatannya harus teliti, untuk ulasan lebih lanjut mengenai jenis akun ini, berikut ulasannya.

Apa Itu Accounting Payable?

Account Payable Adalah

Nama lain account payable adalah hutang usaha (Credit: Freepik.com)

Account payable adalah istilah kredit yang dipakai perusahaan untuk melakukan pembelian bahan baku/barang tertentu. Kegiatan dengan sistem transsaksi yang memakai down payment juga masuk ke dalam kategori ini.

Sistem transaksi ini kerap dipakai perusahaan di bidang industri. Bisa juga untuk perusahaan jual-beli produk siap pakai. Akun satu ini wajib dicek teratur agar perusahaan memahami tanggung jawabnya membayar sisa utang.

Secara bahasa, accounting payable kerap disebut sebagai hutang dagang/hutang usaha. Kewajiban satu ini sifatnya jangka pendek untuk membayar layanan/produk yang dibeli.

Baca Juga: Mengenal Istilah Account Payable dalam Laporan Akuntansi

Prosedur Pencatatan Accounting Payable

Mengingat pencatatannya yang harus teliti, mencatat account payable artinya wajib mengikuti prosedur. Ada beberapa langkah dan tata cara dalam pencatatan jenis akun ini, diantaranya;

1. Menerima Penagihan Pemasok

Accounting payable harus berdasarkan pada bukti penagihan dari pemasok. Anda harus menerima penagihan pemasok dahulu, teruskan ke departemen hutang. Langkah ini tergolong sulit karena bisa jadi fakurnya sudah dikirim dahulu.

Mesti ada persyaratan yang tegas bagi penerima agar faktur diteruskan ke departemen hutang. Untuk faktur yang dikirim ke orang yang sudah resign perlu perhatian khusus. Perlu pertanyaan berulang dari pemasok sebelum menemukan faktur tersebut.

2. Peninjauan Detail Penagihan

Penerimaan faktur harus diperiksa untuk kebutuhan verifikasi. Verifikasi bertujuan untuk memastikan apakah jumlah utang tersebut benar atau ada kesalahan. Jika ada kesalahan, departemen hutang harus menghubungi pemasok agar faktur yang diperbaiki segera dikirim.

Departemen tersebut juga bisa membandingkan faktur dengan pesanan pembelian. Gunanya untuk memastikan pengiriman sudah diotorisasi. Dokumen penerimaan juga dibandingkan untuk memastikan jumlah penagihan sudah diterima.

3. Memperbaharui Catatan Akuntansi

Accounting payable beralih ke pembaharuan catatan. Faktur dicatat ke sistem akuntansi perusahaan dengan tanggal fakturnya sebagai tanggal masuk. Tanggal pembayarannya didasarkan pada tanggal tercatat faktur.

Contoh jika fakturnya tertulis 1 Januari, pembayaran 30 hari, berarti tercatat login 1 Januari. Sistem akuntansi akan menulis pembayaran pada 30 Januari.

4. Membayar Pemasok

Setiap jadwal tanggal pembayaran, akuntan perusahaan harus cek daftar awal. Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan semua payment harus dilakukan. Jika tidak dilakukan, payment ditandai untuk dibayar di kemudian hari.

Sisa pembayarannya dilakukan baik memakai cek atau secara elektronik. Semua tergantung pada kontrol yang dipakai. Tergantung persetujuannya sebelum diterbitkan.

Contoh Accounting Payable, Menarik Dipahami

Ada beberapa hal terkait accounting payable yang menarik dipahami. Beberapa contoh account payable adalah sebagai berikut:

1. Pembayaran Vendor

Pembelian bahan baku dengan sistem cicilan tentu melibatkan vendor luar perusahaan. Pembayaran vendor atas kredit bahan baku ini juga masuk ke dalam hutang usaha.

2. Pembayaran Keperluan Internal

Accounting payable juga termasuk pembayaran keperluan internal perusahaan. Misalnya biaya pengelolaan kas kecil, sampai distribusi sertifikat pembebasan pajak penjualan. Laporan manual untuk keperluan accounting ini harus diserahkan karyawan.

3. Biaya Travel Bisnis

Perusahaan besar umumnya bepergian untuk keperluan bisnis bersama klien. Akan tetapi pihak perusahaan harus membiayai stafnya tanpa harus membebankan klien. Aturan terkait jumlah biaya yang boleh dikeluarkan untuk keperluan tersebut merupakan contoh account payable.

Contoh Penulisan Account Payable Perusahaan

Agar hutang usaha lebih mudah dipahami, Anda bisa melihatnya melalui contoh. Misalnya perusahaan Mawar Merah membeli bahan baku untuk modal usaha pada tanggal 1 Januari 2022.

Besarnya pembelian sejumlah Rp2.000.000 tetapi pembayarannya memakai kredit berjangka 1 tahun. Oleh karena itu, jurnal umumnya menjadi sebagai berikut:

Contoh Account Payable pembayaran kredit dalam jangka waktu satu tahun dalam jurnal umum (Cerdit: Bee.id)

Tanggal 4 Januari 2022, Perusahaan Mawar Merah mengembalikan barang dengan total Rp4.000.000 dengan alasan rusak. Untuk accounting payable retur tersebut bisa ditulis:

Contoh Account Payable

Account Payable pengembalian barang (Cerdit: Bee.id)

Perusahaan tersebut membayar cicilan pada 10 Januari 2022 atas bahan baku yang dibeli pada 1 Januari 2022 lalu. Cicilannya sebesar Rp750.000. Pembayaran cicilan tersebut bisa ditulis:

Contoh Account Payable 2

Pencatatan prises pembayaran bahan baku secara cicil (Credit: Bee.id)

Sebagai catatan, kas posisinya ada di kredit karena uang baru saja dikeluarkan perusahaan. Sementara utang atau account payable ada di debit karena dikurangkan posisinya. Untuk rangkaian transaksi di atas, cara pembuatan laporannya adalah:

Account Payable Adalah

Contoh accounting payable di atas merupakan salah satu metode pencatatan hutang usaha. Akan tetapi mengingat jurnal umum mencatat transaksi secara menyeluruh, tentu isinya tidak hanya hutang usaha.

Selain utang dagang, ada transaksi lain yang pasti tercatat dalam jurnal umum. Mulai dari pembelian tunai, bayar gaji karyawan, biaya listrik, dan lain sebagainya.

Jenis Account Payable dalam Akuntansi

Ternyata memahami accounting payable belum lengkap tanpa paham jenis-jenisnya. Ada beberapa jenis hutang usaha yang bisa Anda pahami, diantanya:

1. Hutang Jangka Pendek

Hutang jangka pendek memiliki jatuh tempo kurang dari setahun sehingga disebut juga hutang lancar/ likuiditas perusahaan harus cukup agar bisa menjamin kewajiban tersebut. untuk kewajiban yang termasuk jangka pendek diantaranya:

  • Hutang dagang
  • Pajak penghasilan terutang
  • Utang tagihan
  • Pinjaman jangka pendek
  • Kewajiban yang masih harus dibayar

2. Hutang Jangka Panjang

Hutang jangka panjang berarti kewajiban dengan jatuh tempo minimal lebih dari 1 tahun. Untuk pendanaan jangka panjang, jenis utang ini memang kerap dijumpai. Adanya jenis utang ini akan menentukan solvabilitas perusahaan dalam mengembalikan pinjamannya.

Krisis solvabilitas terjadi jika perusahaan tidak bisa membayar kewajiban jangka panjang. Untuk jenis utang tidak lancar ini, ada beberapa macam diantaranya:

  • hutang wesel (jangka panjang)
  • hutang obligasi
  • pajak yang ditangguhkan
  • sewa modal
  • hutang hipotek

3. Hutang Kontinjensi

Hutang kontinjensi berarti utang yang muncul dengan tidak bergantung pada suatu peristiwa. Kewajiban yang ditimbulkan sifatnya potensial. Sebagai contoh ketika perusahaan harus menghadapi tuntutan hukum Rp100 juta.

Berarti kewajiban akan ditanggung perusahaan jika memang gugatan tersebut terbukti. Jika gugatan tidak terbukti, kewajiban Rp100 juta tidak menjadi beban perusahaan.  Kewajiban ini hanya tercatat apabila memiliki kemungkinan besar. Beberapa contoh yang termasuk hutang kontinjensi diantaranya:

  • Garansi produk
  • Gugatan hukum/perkara hukum

Baca Juga: 7 Tips Kelola Hutang Usaha dengan Mudah

KESIMPULAN:

Perusahaan dengan utang yang pembayarannya lancar tentu dinilai sehat dan berkembang. Oleh karena itu agar kewajiban tidak sampai terlewatkan, pencatatan accounting payable mesti rapi.

Beecloud Untuk Pencatatan Keuangan Usaha Kecil

Anda bisa memanfaatkan software akuntansi online Beecloud sebagai tools keuangan. Mulai dari rekap laporan, pencatatan, sampai aplikasi kasir tersedia di Beecloud. Proses akuntansi dan pencatatan laporan akan dilakukan secara optimal. Anda dapat mengelola bisnis menjadi lebih optimal dengan dukungan tools berkualitas. Beecloud merupakan opsi menarik yang membuat bisnis profesional dengan hasil laporan memuaskan.

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Tips Bisnis

Coba Gratis

Follow Social Media Bee

Cara Gampang Menghitung Neraca untuk Laporan Keuangan
Menghitung neraca adalah kegiatan yang banyak orang lakukan untuk membuat laporan keuangan. Karena neraca sendiri termasuk dari laporan keuangan yang
Baca Juga
EFIN Pajak: Pengertian, Cara Aktivasi dan Solusi Lupa EFIN
Dalam era digital sekarang semua dapat dilakukan serba online termasuk pajak. Tapi untuk melakukan aktifitas pajak online memerlukan EFIN. EFIN
Baca Juga
7 Perbedaan Biaya dan Beban, Pebisnis Wajib Paham
Biaya dan beban merupakan hal yang tidak asing bagi pebisnis seperti Anda. Namun masih banyak orang yang bingung membedakan apakah
Baca Juga
3 Penting Komponen Laporan Keuangan dan Pembagiannya
Laporan keuangan menjadi sumber informasi penting serta dasar dalam mengambil keputusan demi terjadinya bisnis yang sehat. Komponen laporan keuangan sendiri
Baca Juga
Contoh Laporan Keuangan Perusahaan, Lengkap dan Jelas!
Anda membutuhkan contoh laporan keuangan perusahaan? Segala sesuatu yang berkaitan dengan finansial memang harus tersusun dengan baik. Kesalahan dalam membuatnya
Baca Juga
Mengenal Akuntansi Pembelian, Fungsi dan Sistem Kerjanya
Sistem akuntansi pembelian adalah hal yang tidak akan terlepas dari serangkaian kegiatan bisnis yang biasa digunakan perusahaan untuk menyediakan barang
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu