Logo Bee Web

Standar Akuntansi ETAP, Manfaat, Prinsip dan Contohnya

SAK ETAP adalah singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, pahami penjelasan lengkapnya di sini.
Penulis: Rizal Arisona
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Thursday, 19 October 2023

SAK ETAP atau yang disebut juga dengan standar akuntansi ETAP adalah sebuah standar yang mendasari pembuatan laporan keuangan, terutama pada organisasi atau badan usaha yang memiliki kewajiban dalam mempublikasikan laporan keuangannya.

Laporan keuangan yang disusun menggunakan SAK ETAP terbilang lebih sederhana dibandingkan dengan PSAK yang kompleks, sehingga standar ini cocok untuk diterapkan pada UKM atau UMKM.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak pengertian, perbedaan, manfaat hingga contohnya pada artikel di bawah ini:

Pengertian Standar Akuntansi ETAP adalah

SAK ETAP adalah singkatan dari Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, adalah panduan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk entitas yang tidak memiliki kewajiban publik dalam akuntabilitas mereka, meskipun mereka tetap wajib untuk menerbitkan laporan keuangan untuk kepentingan umum.

Fokus utama dari SAK ETAP adalah untuk memberikan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan aliran kas suatu entitas, yang akan berguna bagi berbagai pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan ekonomi.

Standar ini dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan telah mendapatkan persetujuan resmi dari Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI).

Dengan adanya standar ini diharapkan akan menghasilkan peningkatan signifikan dalam manajemen keuangan dan pelaporan keuangan, terutama bagi entitas seperti usaha kecil dan menengah (UKM), bisnis jasa kecil, koperasi, dan organisasi non-profit.

Sehingga, SAK ETAP berperan penting dalam memfasilitasi pengelolaan dana yang lebih efektif dan laporan keuangan yang lebih transparan untuk berbagai jenis entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik.

Perbedaan PSAK dan ETAP

Berikut beberapa perbedaan mendasar antara PSAK dan SAK ETAP:

  • Dari segi isi laporan, PSAK mengharuskan laporan keuangan mencakup elemen yang cukup kompleks, seperti aset keuangan, aset biologis. aset dan kewajiban pajak yang ditangguhkan dan beberapa lainnya. Sedangkan SAK ETAP membatasi sejumlah elemen ini dari laporan keuangan entitas yang lebih kecil.
  • Berikutnya dari segi judul, dimana PSAK umumnya menggunakan judul "Laporan Laba Rugi Komprehensif," sementara SAK ETAP menggunakan judul "Laporan Laba Rugi." Ini mencerminkan perbedaan fokus dalam laporan keuangan antara PSAK yang lebih luas dan SAK ETAP yang lebih sederhana.
  • Selanjutnya perbedaan ada dalam pengungkapan modal menjadi terlihat pada catatan atas laporan keuangan. PSAK mungkin memerlukan pengungkapan yang lebih rinci atau spesifik dalam hal ini.
  • Perbedaan PSAK dan SAK ETAP selanjutnya teretak pada laporan arus kas, dimana SAK ETAP menggunakan metode tidak langsung serta tidak mengatur arus kas mata usang asing sedangkan PSAK menggunakan metode langsung.
  • Selanjutnya, SAK ETAP tidak mengatur laporan keuangan konsolidasi dan terpisah, sementara PSAK memuat pedoman untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasi entitas yang memiliki anak perusahaan.
  • Selanjutnya, SAK ETAP memiliki instrumen keuangan dasar dengan ruang lingkup investasi pada efek tertentu dan klasifikasi seperti trading, held to maturity, dan available for sale. PSAK mungkin memiliki kerangka kerja yang lebih rinci untuk instrumen keuangan ini.
  • Berikutnya, SAK ETAP mengukur investasi properti dengan metode biaya, sementara PSAK mungkin menggunakan metode nilai wajar.
  • Terakhir, SAK ETAP mungkin memiliki ketentuan yang lebih ketat terkait dengan pelarasan aset dengan kewajiban, atau pengakuan penghasilan dan beban secara bersamaan, kecuali diatur atau diizinkan oleh SAK ETAP.

Baca Juga: Laporan Keuangan Sesuai PSAK dan Cara Cepat Membuatnya

Beecloud Adalah Aplikasi Pembukuan Terintegrasi Untuk Pencatatan, Pengaturan Anggaran, Dan Pelaporan Keuangan Yang Akurat!

Manfaat dan Tujuan ETAP

Dengan menggunakan SAK ETAP sebagai standar penyusunan laporan keuangan, pebisnis akan mendapatkan beberapa keuntungan, yakni:

  • SAK ETAP memungkinkan entitas untuk menyajikan gambaran menyeluruh tentang kinerja dan kondisi keuangan mereka.
  • Konstruksi informasi dalam laporan keuangan menjadi lebih transparan dan kredibel, dengan posisi keuangan, kinerja, dan arus kas yang disajikan secara jelas.
  • Informasi diungkapkan secara komparatif dengan periode sebelumnya, memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang perubahan dari waktu ke waktu.
  • Laporan keuangan, seperti neraca, laba rugi, perubahan ekuitas, dan arus kas, tersusun secara konsisten dan andal sesuai dengan pedoman SAK ETAP.
  • Penerapan SAK ETAP yang tepat dapat mempermudah usaha entitas dalam mendapatkan kredit atau pendanaan dari pihak eksternal.
  • Terakhir, Informasi yang tersedia secara komparatif dan terstruktur antar periode memfasilitasi pengawasan dan evaluasi kinerja keuangan, memungkinkan perbaikan yang lebih baik di masa mendatang.

Prinsip ETAP

Ilustrasi Seorang Akuntan Membuat Laporan Standar Akuntansi

Ilustrasi Seorang Akuntan (Credit: Freepik.com)

Dalam Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP), terdapat beberapa prinsip yang harus diikuti ketika menyusun laporan keuangan. Yakni:

1. Prinsip Biaya Historis

Prinsip ini menegaskan bahwa aset yang tercatat dalam laporan keuangan harus diukur dan diakui berdasarkan biaya sebenarnya yang dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut. Dengan kata lain, nilai aset ini mencerminkan biaya awalnya.

2. Prinsip Akrual

Selanjutnya, prinsip akrual menyatakan bahwa transaksi, baik itu pendapatan atau biaya, harus diakui saat transaksi tersebut terjadi, bukan hanya saat kas diterima atau dibayar. Ini berarti bahwa laporan keuangan mencerminkan kondisi keuangan entitas pada saat transaksi sebenarnya terjadi.

3. Prinsip Kewajaran

Berikutnya, prinsip kewajaran yakni mengharuskan pendapatan dan aset diakui jika ada keyakinan wajar bahwa transaksi tersebut akan terwujud, bukan hanya karena penjualan yang dipaksakan atau likuidasi. Penggunaan harga pasar dalam pasar yang aktif dapat digunakan sebagai dasar pengukuran kewajaran ketika mengestimasi nilai aset.

4. Prinsip Pengungkapan

Ketiga ada prinsip pengungkapan yakni menyatakan bahwa semua informasi yang material dan relevan harus diungkapkan sepenuhnya dalam laporan keuangan. Hal ini dilakukan agar para pengguna laporan memiliki semua informasi yang mereka butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat.

5. Prinsip Konsistensi

Terakhir ada prinsip konsistensi menekankan bahwa entitas harus menggunakan kebijakan akuntansi yang konsisten dari satu periode ke periode berikutnya, kecuali jika ada alasan yang valid untuk mengubahnya. Jika terjadi perubahan kebijakan akuntansi, perubahan tersebut harus diungkapkan dan dijelaskan secara rinci dalam laporan keuangan.

Baca Juga: 4 Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Berlaku di Indonesia

Contoh Penerapan ETAP dalam Laporan Keuangan

Berikut ini contoh laporan keuangan SAK ETAP:

1. Laporan Laba Rugi ETAP

Laporan Laba Rugi Standar Akuntansi ETAP

Contoh Laporan Laba Rugi SAK ETAP (Credit: Detik.com)

2. Laporan Neraca SAK ETAP

Laporan Neraca Etap

Contoh Laporan Neraca SAK ETAP (Credit: Detik.com)

Dari semua informasi yang telah dibahas di atas, dapat disimpulkan bahwa Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) adalah kerangka kerja akuntansi yang dirancang khusus untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik, seperti UKM, koperasi, dan organisasi non-profit.

Menghadirkan prinsip-prinsip dasar yang mencakup biaya historis, akrual, kewajaran, pengungkapan, dan konsistensi dalam penyusunan laporan keuangan. Standar ini memungkinkan entitas untuk mengukur dan melaporkan keuangan mereka dengan cara yang sesuai dengan karakteristik mereka, memastikan transparansi, kredibilitas, dan relevansi informasi finansial. Semoga bermanfaat!

Neraca Perdagangan: Surplus vs Defisit
Membahas mengenai laporan keuangan tentu sudah tidak asing lagi dengan laporan neraca salah satunya neraca perdagangan Indonesia. Artikel kali ini
Baca Juga
Alasan Pentingnya Laporan Keuangan Perusahaan
Laporan Keuangan Perusahaan - Hingga saat ini, beberapa orang atau bahkan pengusaha belum mengerti betapa pentingnya laporan keuangan dalam usaha.
Baca Juga
Pengertian Deflasi Adalah, Jenis, Penyebab, dan Tips Mengatasinya
Deflasi adalah kondisi penurunan harga saat jumlah uang yang ada di masyarakat jumlahnya kecil. Penurunan dapat terjadi secara terus menerus
Baca Juga
Standar Akuntansi Keuangan: Pengertian, Format dan Bentuk
Standar akuntansi keuangan merupakan salah satu topik yang selalu ditanyakan beberapa perusahaan yang mengelola laporan keuangan. Pasalnya, lumanyan banyak yang
Baca Juga
Liabilitas Jangka Panjang: Contoh, Kelebihan dan Dampaknya
Dalam dunia keuangan perusahaan, ada istilah yang sering kita dengar yaitu liabilitas jangka panjang atau kewajiban jangka panjang atau gampangnya
Baca Juga
Cara Menghitung Rasio Likuiditas, Pengertian dan Manfaatnya
Rasio likuiditas merupakan rasio keuangan yang memiliki peran untuk membantu mengantisipasi pernyataan aset kas dan perusahaan di masa yang akan
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu