Logo Bee Web

Mengenal Sistem Six Sigma, Prinsip dan Tekniknya

Six Sigma adalah sebuah metode yang digunakan perusahaan/bisnis untuk mengembangkan usahanya. Simak pengertian, metode dan prinsip nya di sini
Penulis: Al Faris
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Friday, 22 September 2023

Sistem Six Sigma adalah sebuah metode manajemen kualitas yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi cacat dalam proses bisnis. Metode ini mengutamakan pengukuran, analisis data, dan perbaikan berkelanjutan sebagai cara untuk mencapai tingkat kualitas yang sangat tinggi.

Yakni hanya enam cacat per satu juta kesempatan. Selain itu, metode ini telah terbukti efektif dalam berbagai industri dan dapat memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kepuasan pelanggan, mengurangi biaya, dan meningkatkan produktivitas perusahaan.

Simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah ini:

Apa itu Sistem Six Sigma

Sistem Six Sigma adalah sebuah metodologi manajemen kualitas yang bertujuan untuk mencapai tingkat kualitas yang sangat tinggi dalam proses bisnis, dengan mengurangi variasi dan cacat hingga tingkat yang sangat rendah.

Six Sigma Adalah

Jika perusahaan tempatmu bekerja menguasai Six Sigma dengan baik, kualitas produk akan semakin baik (Credit: Freepik)

Konsep Six Sigma pertama kali dikembangkan oleh Motorola pada tahun 1980-an dan sejak itu telah menjadi alat yang sangat populer dalam berbagai industri. Pendekatannya didasarkan pada pengumpulan dan analisis data statistik untuk memahami dan mengukur kinerja proses bisnis.

Tujuan utamanya adalah mencapai tingkat akurasi dan konsistensi yang tinggi dalam menghasilkan produk atau layanan. Dalam Six Sigma, tingkat kualitas yang diinginkan adalah sekitar enam sigma, yang mengacu pada tingkat cacat yang sangat rendah, yaitu kurang dari 3,4 cacat per juta kesempatan.

Metodologi Six Sigma umumnya mengikuti pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control), yang melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Mendefinisikan masalah atau peluang perbaikan.
  • Mengukur kinerja saat ini untuk mengidentifikasi masalah.
  • Menganalisis data untuk memahami penyebab masalah.
  • Meningkatkan proses dengan menghilangkan penyebab masalah.
  • Mengendalikan proses untuk mempertahankan tingkat kualitas yang tinggi.

Dengan menerapkan Six Sigma, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mencapai hasil bisnis yang lebih baik secara keseluruhan.

Apa Perbedaan Six Sigma dan Lean Six Sigma?

Six Sigma dan Lean Six Sigma adalah dua metodologi yang digunakan dalam manajemen kualitas dan perbaikan proses. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang serupa, yaitu meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan meningkatkan kualitas produk atau layanan, ada beberapa perbedaan utama antara keduanya:

1. Asal Usul

Six Sigma pertama kali dikembangkan oleh Motorola pada tahun 1980-an sebagai metode untuk mengurangi variabilitas dalam proses produksi. Fokus utamanya adalah pada perbaikan kualitas.

Sedangkan Lean Six Sigma adalah perkembangan lebih lanjut dari Six Sigma yang muncul di Toyota pada tahun 1950-an. Ini adalah gabungan antara filosofi Lean Manufacturing (menghilangkan pemborosan) dan Six Sigma (pengurangan cacat).

2. Pendekatan

Six Sigma berfokus pada pengukuran dan analisis data statistik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan penyebab utama cacat atau ketidaksesuaian dalam proses bisnis.

Sedangkan untuk lean sigma mengintegrasikan konsep Lean Manufacturing untuk menghilangkan pemborosan dan meningkatkan aliran nilai dalam proses, sambil tetap menggunakan alat-alat Six Sigma untuk mengukur dan mengelola kualitas.

3. Tujuan Utama

Fokus utama Six Sigma adalah pada perbaikan kualitas, dengan tujuan mencapai tingkat kualitas tinggi (sekitar enam sigma atau enam standar deviasi dari rata-rata) dengan mengurangi variasi dalam proses.

Sedangkan tujuan Lean Sigma adalah untuk mencapai perbaikan kualitas sambil tetap memaksimalkan efisiensi proses dengan menghilangkan pemborosan, mengurangi waktu siklus, dan meningkatkan aliran nilai.

4. Alat dan Teknik yang Digunakan

Six Sigma menggunakan alat statistik seperti analisis regresi, analisis ANOVA, dan analisis histogram untuk menganalisis data kualitas.

Untuk Lean Sigma, selain alat statistik, metode ini juga menggunakan alat Lean seperti peta aliran nilai (Value Stream Mapping), 5S, dan Kanban untuk menghilangkan pemborosan dan mengoptimalkan aliran kerja.

Ada juga alat bantu yang dapat mempermudah analisa bisnis, yaitu aplikasi pembukuan keuangan Beecloud. Aplikasi Beecloud merupakan sebuah aplikasi pembukuan yang dirancang untuk memudahkan analisis usaha dengan memanfaatkan laporan keuangan yang mudah diakses dari mana saja dan kapan saja.

Beecloud Evaluasi Keuangan Lebih Mudah Efisien Dan Memudahkan Pengambilan Keputusan Bisnis

Dengan menggunakan Beecloud, Anda dapat mencatat dan memonitor transaksi keuangan perusahaan, menghasilkan laporan keuangan yang lengkap dan akurat, serta melacak kinerja keuangan perusahaan dari waktu ke waktu.

5. Ruang Lingkup

Berikutnya adalah dari segi ruang lingkup, six sigma dapat diterapkan dalam berbagai industri dan bidang, termasuk manufaktur, layanan, dan perangkat medis.

Lean Sigma juga dapat digunakan di berbagai industri, tetapi sering kali lebih terfokus pada pemrosesan dan operasi.

5 Prinsip Six Sigma

Metodologi Six Sigma memiliki lima prinsip dasar yang mendasari implementasinya dalam bisnis. Berikut diantaranya:

1. Fokus pada Kepuasan Pelanggan

Prinsip pertama Six Sigma adalah fokus utama pada kepuasan pelanggan. Seperti yang sering dikatakan, "pelanggan adalah raja." Dalam metodologi Six Sigma, hal ini sangat penting.

Tujuan utama adalah memaksimalkan manfaat bagi pelanggan. Oleh karena itu, bisnis yang menerapkan Six Sigma harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan keinginan pelanggan mereka untuk memastikan produk atau layanan yang mereka hasilkan memuaskan pelanggan.

2. Pengukuran Value Stream dan Identifikasi Masalah

Prinsip kedua adalah melakukan pemetaan proses dan mengidentifikasi masalah potensial. Untuk mencapai perbaikan yang signifikan, Anda perlu memahami proses bisnis secara menyeluruh.

Ini melibatkan pengumpulan data dan analisis untuk mengidentifikasi masalah yang perlu dipecahkan. Tujuan harus ditetapkan dengan jelas agar pengumpulan data dapat dilakukan dengan efektif.

3. Eliminasi Proses yang Tidak Perlu

Prinsip ketiga adalah menghilangkan proses yang tidak memberikan nilai tambah atau yang tidak diperlukan. Setelah masalah teridentifikasi, perubahan proses diperlukan untuk mengurangi aktivitas yang tidak memberikan manfaat pada produk atau layanan akhir.

Tujuan dari langkah ini adalah untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi proses, membuatnya lebih efektif, dan menghilangkan pemborosan.

4. Partisipasi Semua Pihak

Prinsip keempat adalah melibatkan semua pihak yang terlibat dalam proses. Untuk mencapai keberhasilan dalam implementasi Six Sigma, penting untuk melibatkan semua pemangku kepentingan.

Jenis Tenaga Kerja Profesional Berdasarkan Status Pekerjaannya

semakin tinggi nilai sigma, semakin kecil kemungkinan gagalnya sebuah proses.

Ini termasuk karyawan, manajemen, dan pihak lain yang terlibat. Semua orang harus memahami konsep Six Sigma dan bagaimana mengaplikasikannya dalam bisnis untuk mengurangi risiko kegagalan dan memastikan kesuksesan proses perbaikan.

5. Ekosistem yang Fleksibel dan Responsif

Prinsip kelima adalah menciptakan lingkungan perusahaan yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan. Dalam Six Sigma, setiap bentuk inefisiensi atau pemborosan harus dihilangkan.

Oleh karena itu, perusahaan perlu membangun budaya perusahaan yang mendorong fleksibilitas dan responsivitas dalam menghadapi perubahan dalam prosedur atau operasi. Semua karyawan harus siap untuk beradaptasi dengan cepat demi meningkatkan efektivitas proses.

Metode Six Sigma

Dalam Six Sigma, terdapat dua metode utama yang digunakan, yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan DMADV (Define, Measure, Analyze, Design, Validate).

1. DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control)

  • Define (Tentukan): Tahap pertama adalah mendefinisikan masalah, tujuan, dan proses yang akan dianalisis.
  • Measure (Ukur): Selanjutnya, dilakukan pengukuran terhadap masalah, penggunaan performa standar, dan evaluasi sistem pengukuran yang digunakan.
  • Analyze (Analisis): Tahap ini fokus pada analisis efektivitas dan efisiensi proses untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Improve (Perbaikan): Identifikasi dan implementasi cara perbaikan atau pengembangan terhadap proses yang telah dianalisis.
  • Control (Kendalikan): Terakhir, ada proses untuk mengawasi dan menilai performa implementasi perubahan yang telah dilakukan pada tahap-tahap sebelumnya.

DMAIC digunakan untuk meningkatkan proses yang sudah ada, biasanya di sektor manufaktur atau pengiriman jasa.

2. DMADV (Define, Measure, Analyze, Design, Validate)

  • Define (Tentukan): Mirip dengan DMAIC, tahap awal adalah mendefinisikan masalah, tetapi dalam DMADV, fokusnya adalah pada desain atau merancang ulang proses.
  • Measure (Ukur): Melibatkan pengukuran yang mendalam terhadap parameter-parameter yang relevan untuk desain produk atau proses yang baru.
  • Analyze (Analisis): Analisis lebih lanjut untuk memastikan desain mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Design (Desain): Tahap ini melibatkan pengembangan desain produk atau proses yang akan ditingkatkan.
  • Validate (Validasi): Terakhir, validasi dilakukan untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan memenuhi kebutuhan dan harapan.

DMADV digunakan ketika perlu merancang produk atau proses baru dari awal atau merancang ulang yang sudah ada.

Teknik Penerapan Six Sigma

Selain metode DMAIC dan DMADV, ada juga delapan teknik yang digunakan dalam Six Sigma:

  • Brainstorming: Proses menghasilkan ide kreatif untuk menyelesaikan masalah.
    Root Cause Analysis: Analisis akar masalah dengan mengajukan pertanyaan 5W (why, who, when, what, where) untuk mengidentifikasi akar penyebabnya.
  • Suara Konsumen: Mendengarkan pendapat konsumen untuk memahami kebutuhan dan harapan mereka.
  • Sistem 5R: Menerapkan langkah-langkah ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin untuk mengurangi pemborosan dan hambatan dalam proses.
  • Kaizen: Strategi perbaikan berkelanjutan dengan memantau, mengidentifikasi, dan mengembangkan proses secara terus-menerus.
  • Benchmarking: Membandingkan performa bisnis dengan kompetitor atau standar industri untuk mengidentifikasi peluang perbaikan.
  • Poka-Yoke: Menghindari kesalahan dengan mengidentifikasi dan menghilangkan penyebab inefisiensi dalam proses.
  • Value Stream Mapping: Mengukur aliran material dan informasi untuk merancang proyek masa depan dan mengurangi inefisiensi dalam proses.

Dengan memahami dan menggunakan metode serta teknik ini, bisnis dapat meningkatkan kualitas, efisiensi, dan kepuasan pelanggan serta mencapai tujuan Six Sigma.

Manajemen Mutu: Pengertian, Fungsi, Prinsip dan Prosesnya
Manajemen mutu adalah sebuah konsep integral yang telah menjadi landasan utama bagi keberhasilan dan daya saing suatu organisasi di era
Baca Juga
Contoh Studi Kelayakan Bisnis dan Penjelasannya
Contoh Studi Kelayakan Bisnis sebenarnya harus diketahui oleh seluruh pengusaha sebelum membangun sebuah perusahaan. Bisnis ini sebenarnya merupakan salah satu
Baca Juga
Merger Adalah: Arti sampai Contoh Kasus Terbaru
Merger adalah adalah salah satu topik yang tidak pernah luput saat membicangkan persoalan ekonomi dan perusahaan. Aktivitas penyatuan ini dikenal
Baca Juga
Mengenal Mitra Usaha dalam Bisnis, Manfaat dan Contohnya
Dalam menjalin kerja sama antar dua bisnis, konsep mitra usaha jadi landasan penting untuk menunjang kesuksesannya. Dimana dengan menjalankan mitra
Baca Juga
5 Contoh Surat Penerimaan Barang dan Cara Membuatnya
Apakah Anda sedang mencari contoh surat penerimaan barang yang lengkap dan ingin mempelajari cara membuatnya? Surat penerimaan barang, juga dikenal
Baca Juga
Investasi Jangka Pendek: Manfaat, Jenis & Tips Memulainya
Investasi secara sederhana dibedakan menjadi dua jenis yakni investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Dalam kesempatan ini akan membahas
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu