
Hampir seluruh pengusaha membutuhkan laporan laba baik untuk perusahaan jasa maupun perusahaan dagang. Dalam artikel kali ini akan membahas tentang contoh laporan laba rugi perusahaan jasa dan cara membuatnya.
Laporan laba rugi sendiri merupakan sebagai sebuah informasi yang mencantumkan kondisi keuangan perusahaan dalam satu periode, kondisi yang disampaikan merupakan kondisi untung atau rugi dengan data penjualan dan pembelian dalam periode tersebut.
Simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah ini
Akun apa saja yang biasanya ada di laba rugi? Akun pendapatan, akun beban, laba dan rugi (Credit: bee.id)
Perusahaan jasa merupakan usaha yang kegiatan utamanya memberikan layanan kepada pelanggan, bukan menjual barang sebagai kegiatan utama.
Contohnya adalah usaha konsultan, bengkel, salon, biro perjalanan, jasa kebersihan, dan penyedia layanan profesional lainnya.
Karakteristik laporan laba rugi perusahaan jasa mengikuti jenis layanan dan biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan usaha tersebut.
Beberapa karakteristiknya antara lain:
Tidak semua perusahaan jasa memiliki susunan akun yang sama. Karena itu, format laporan perlu disesuaikan dengan kegiatan dan jenis biaya masing-masing usaha.
Baca Juga: Laba Adalah Keuntungan, Apa Bedanya dengan Profit?
Sebelum membuat laporan, kenali terlebih dahulu komponen yang biasanya digunakan dalam laporan laba rugi perusahaan jasa.
Pendapatan jasa adalah penghasilan yang diperoleh perusahaan dari layanan yang diberikan kepada pelanggan.
Contohnya:
Jika perusahaan memiliki beberapa jenis layanan, pendapatan dapat dikelompokkan berdasarkan jenis jasa agar lebih mudah dianalisis.
Biaya langsung jasa merupakan biaya yang berhubungan langsung dengan penyediaan layanan kepada pelanggan.
Contohnya:
Tidak semua usaha jasa memiliki biaya langsung yang perlu disajikan secara terpisah. Pengelompokannya bergantung pada karakteristik kegiatan usaha dan kebijakan akuntansi perusahaan.
Jika biaya langsung jasa disajikan, selisih antara pendapatan jasa dan biaya tersebut dapat digunakan untuk menghitung laba kotor.
Laba kotor merupakan selisih antara pendapatan bersih dan biaya langsung jasa.
Rumusnya:
Laba Kotor = Pendapatan Bersih − Biaya Langsung Jasa
Komponen ini membantu perusahaan melihat hasil pendapatan setelah dikurangi biaya yang berkaitan langsung dengan layanan.
Jika perusahaan tidak memiliki biaya langsung jasa yang disajikan terpisah, laporan dapat menggunakan susunan yang lebih sederhana tanpa memaksakan adanya perhitungan laba kotor.
Beban operasional adalah biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan kegiatan usaha sehari-hari, tetapi tidak diklasifikasikan sebagai biaya langsung jasa.
Contohnya:
Beban operasional perlu dicatat berdasarkan jenis dan periode terjadinya agar perusahaan dapat mengetahui pengeluaran yang paling besar.
Laba operasional menunjukkan hasil kegiatan utama perusahaan setelah memperhitungkan pendapatan dan biaya operasional.
Jika perusahaan menyajikan laba kotor, rumus sederhananya:
Laba Operasional = Laba Kotor − Beban Operasional
Jika tidak ada pemisahan biaya langsung jasa, perhitungannya mengikuti struktur laporan yang digunakan perusahaan.
Komponen ini mencakup pendapatan dan beban yang tidak berasal langsung dari kegiatan utama perusahaan.
Contohnya:
Penyajiannya secara terpisah membantu perusahaan membedakan hasil kegiatan utama dengan aktivitas di luar operasional.
Beban pajak penghasilan merupakan pajak yang diakui perusahaan berdasarkan ketentuan perpajakan dan standar akuntansi yang berlaku.
Perhitungannya perlu memperhatikan kondisi perusahaan dan ketentuan pajak yang relevan.
Laba bersih merupakan hasil akhir setelah seluruh pendapatan dan beban diperhitungkan, termasuk beban pajak penghasilan.
Jika pendapatan lebih besar daripada total beban, perusahaan memperoleh laba bersih.
Sebaliknya, jika total beban lebih besar daripada pendapatan, perusahaan mengalami rugi bersih.
Baca Juga: Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, Lengkap!
Berikut contoh laporan laba rugi perusahaan jasa konsultasi selama Januari 2026.
Misalnya, perusahaan memperoleh pendapatan jasa sebesar Rp50.000.000 dengan biaya langsung jasa sebesar Rp12.000.000.
Selain itu, terdapat beberapa beban operasional dan pendapatan lainnya selama periode tersebut.
Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa
Nama Usaha: Konsultan ABC
Periode: Januari 2026
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Pendapatan Jasa | Rp50.000.000 |
| Biaya Langsung Jasa | (Rp12.000.000) |
| Laba Kotor | Rp38.000.000 |
| Beban Operasional | |
| Gaji Staf Administrasi | Rp10.000.000 |
| Beban Sewa | Rp4.000.000 |
| Beban Listrik dan Air | Rp1.500.000 |
| Beban Pemasaran | Rp1.500.000 |
| Total Beban Operasional | (Rp17.000.000) |
| Laba Operasional | Rp21.000.000 |
| Pendapatan Bunga | Rp500.000 |
| Beban Bunga | (Rp500.000) |
| Laba Sebelum Pajak | Rp21.000.000 |
| Beban Pajak Ilustratif | (Rp4.200.000) |
| Laba Bersih | Rp16.800.000 |
Catatan: Angka pajak pada contoh ini hanya ilustrasi untuk menunjukkan susunan laporan, bukan perhitungan pajak yang berlaku.
Dari laporan tersebut, Konsultan ABC memperoleh laba bersih sebesar Rp16.800.000 selama Januari 2026.
Artinya, setelah pendapatan dikurangi biaya langsung jasa, beban operasional, beban lainnya, dan pajak ilustratif, perusahaan masih menghasilkan keuntungan.
Bengkel merupakan salah satu contoh usaha jasa yang dapat memiliki lebih dari satu sumber pendapatan.
Selain menerima pendapatan dari jasa perbaikan kendaraan, bengkel juga dapat memperoleh pendapatan dari penjualan suku cadang.
Karena itu, pencatatan pendapatan dan biaya perlu dipisahkan agar hasil usaha dapat diketahui dengan lebih jelas.
Misalnya, Bengkel ABC memiliki data keuangan selama Januari 2026 sebagai berikut:
Berdasarkan data tersebut, berikut contoh laporan laba ruginya.
Contoh Laporan Laba Rugi Bengkel ABC
Periode: Januari 2026
| Keterangan | Jumlah |
|---|---|
| Pendapatan Jasa Perbaikan | Rp25.000.000 |
| Penjualan Suku Cadang | Rp15.000.000 |
| Total Pendapatan | Rp40.000.000 |
| Biaya Langsung Jasa | (Rp5.000.000) |
| HPP Suku Cadang | (Rp8.000.000) |
| Laba Kotor | Rp27.000.000 |
| Beban Operasional | |
| Gaji Staf Administrasi | Rp5.000.000 |
| Beban Sewa | Rp3.000.000 |
| Beban Listrik dan Air | Rp1.000.000 |
| Beban Pemasaran | Rp500.000 |
| Total Beban Operasional | (Rp9.500.000) |
| Laba Operasional | Rp17.500.000 |
| Pendapatan Lainnya | Rp200.000 |
| Beban Bunga | (Rp200.000) |
| Laba Sebelum Pajak | Rp17.500.000 |
| Beban Pajak Ilustratif | (Rp3.500.000) |
| Laba Bersih | Rp14.000.000 |
Catatan: Contoh ini menggunakan asumsi biaya langsung jasa dan HPP suku cadang dapat diidentifikasi secara terpisah. Angka pajak hanya ilustrasi.
Dari contoh tersebut, Bengkel ABC memperoleh laba bersih sebesar Rp14.000.000 selama Januari 2026.
Pemisahan pendapatan jasa dan penjualan suku cadang membantu pemilik bengkel melihat sumber pendapatan serta biaya yang berkaitan dengan masing-masing kegiatan.
Berikut adalah langkah-langkah umum untuk membuat Laporan Laba Rugi Perusahaan Jasa:
Langkah pertama adalah dengan mengumpulkan semua informasi keuangan yang relevan untuk periode waktu yang ingin Anda analisis. Ini mencakup pendapatan dari layanan yang diberikan, biaya operasional, dan beban lain yang terkait.
Berikutnya mengidentifikasi pendapatan dengan menentukan jumlah pendapatan yang dihasilkan dari berbagai layanan yang diberikan oleh perusahaan. Ini bisa mencakup berbagai jenis layanan atau produk yang perusahaan tawarkan kepada pelanggan.
Selanjutnya adalah menghitung semua biaya operasional yang terkait dengan penyediaan layanan. Ini mungkin termasuk gaji dan upah pegawai, biaya overhead operasional, biaya pemasaran, biaya administrasi, dan lain-lain.
Lakukan hal yang sama pada biaya non operasional dengan menghitung semua beban non-operasional yang tidak langsung terkait dengan penyediaan layanan. Ini mungkin mencakup bunga dan biaya keuangan lainnya.
Jika biaya operasional dan non-operasional sudah dihitung, maka lanjutkan dengan menghitung laba kotor dihitung dengan mengurangkan biaya operasional dari pendapatan. Ini mencerminkan profitabilitas inti dari operasi jasa perusahaan sebelum mempertimbangkan beban keuangan atau pajak.
Berikutnya laba sebelum pajak dihitung dengan mengurangkan beban non-operasional dari laba kotor. Ini mencerminkan laba yang dihasilkan sebelum mempertimbangkan pajak penghasilan.
Lalu, lanjutkan dengan menghitung laba bersih dengan mengurangkan pajak penghasilan dari laba sebelum pajak. Laba ini adalah laba akhir yang dihasilkan oleh perusahaan jasa setelah mempertimbangkan semua biaya dan pendapatan.
Note: langkah-langkah ini memberikan panduan umum. Setiap perusahaan mungkin memiliki kebutuhan dan persyaratan spesifik dalam menyusun laporan laba rugi perusahaan jasa berdasarkan karakteristik bisnis dan keuangan mereka.
Yuk gunakan software akuntansi online Beecloud, bisa bikin laporan laba rugi lima menit tanpa harus jago akuntansi. Langganan sekarang dan dapatkan gratis trial khusus pengguna pertama!







