Web Logo Bee
Penulis: Rininta Oktaviana

Bilyet Giro Adalah: Definisi, Syarat Formal dan Kelebihan

Kategori: ,
Dipublish Tgl: Thursday, 29 September 2022

Bilyet giro adalah alat pembayaran nontunai yang bentuk fisiknya berupa kertas mirip cek yang lebih sering digunakan oleh para pelaku bisnis karena proses transaksinya dinilai lebih aman. Selain itu, instrumen pembayaran ini cocok untuk bertransaksi dalam jumlah besar.

Walaupun bentuk fisiknya mirip cek, namun kedua instrumen pembayaran tersebut sangatlah berbeda. Penting untuk memahami tentang bilyet giro sehingga dapat memanfaatkan alat pembayaran tersebut dengan tepat.

Pengertian Bilyet Giro

Pengertian Bilyet Giro

Ilustrasi Transaksi di ATM (Sumber: Pexels.com)

Hal pertama yang perlu dipahami yaitu definisi dan sifat yang dimiliki. Dua hal mendasar tersebut dapat menjadi pembeda bilyet giro dengan alat pembayaran nontunai lain yang berlaku di Indonesia.

Dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) tertulis adanya jenis pembayaran nontunai yang sah dan diberlakukan Indonesia sampai saat ini. Jenisnya antara lain uang elektronik, kartu debet/kartu kredit, cek, nota debet dan bilyet giro. 

Bilyet giro adalah salah satu metode transaksi yang dilakukan dengan cara memindahkan dana dari rekening pengirim ke rekening penerima. Dengan kata lain, instrumen pembayaran nontunai ini dipakai untuk melakukan pemindah bukuan dana ke rekening penerima.

Dalam pembuatannya, bilyet giro wajib ditulis dalam bahasa Indonesia dan memenuhi persyaratan formal yang ditentukan oleh Bank Indonesia. Bentuk fisiknya berupa selembar kertas yang diterbitkan hanya dalam mata uang Rupiah.

Pihak yang membuat bilyet giro adalah penarik alias pemilik dari rekening giro. Nantinya, pihak penarik akan mengajukan request ke bank untuk melakukan pemindahbukuan dari rekening penarik ke rekening penerima

Sifat Bilyet Giro

Sifat Bilyet Giro

Ilustrasi Berkas-Berkas Bank (Sumber: Pexels.com)

Agar dapat membedakannya dengan instrumen pembayaran nontunai lain, maka harus mengetahui hal yang menjadi karakteristik bilyet giro. Terdapat 3 sifat utama dari instrumen pembayaran ini, antara lain:

  • Mekanisme Pembayaran Nontunai

Pembayaran cash tidak akan diterima karena hanya berlaku pembayaran nontunai. Sistem yang diberlakukan pada instrument ini pemindahbukuan saja. Hal inilah yang membedakannya dengan alat pembayaran berupa cek.

Penerimaannya idak dapat melakukan pencairan dalam bentuk uang tunai, sedangkan cek membolehkan hal tersebut. Bilyet giro hanya membolehkan pemindahan sejumlah dana antar rekening.

  • Pembayaran Saat Jatuh Tempo

Pembayaran yang dapat dilakukan pada saat jatuh tempo. Tidak ada peringatan khusus, apalagi denda karena aturannya memang membolehkan. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi pemilik bilyet giro tersebut.

  • Pembatalan Dapat Dilakukan Sepihak

Dalam ketentuannya, penarik memiliki hak untuk membatalkannya secara sepihak. Walaupun dibatalkan, bilyet giro akan tetap sah asalkan saldonya mencukupi. Jika pembatalan dilakukan saat jatuh tempo, penarik wajib menyertakan alasan yang jelas.

Kelebihan Menggunakan Bilyet Giro

Kelebihan Menggunakan Bilyet Giro

Ilustrasi Memeriksa Giro (Sumber: Pexels.com)

Sebagai alat pembayaran yang diakui negara, bilyet giro dapat digunakan oleh siapapun yang membutuhkan instrumen non tunai tersebut. Alasan lain BG dipakai sampai saat ini yaitu memiliki banyak kelebihan. Terdapat 4 hal yang istimewa dari BG, antara lain:

  • Pertama, memudahkan proses pemindahan dana dari rekening pemilik ke rekening penerima. Transaksi berjalan lancar, cepat dan praktis;
  • Kedua, memberikan kesempatan bagi para pebisnis untuk memindahkan dana dalam jumlah yang besar hingga 500 juta rupiah ke rekening penerima yang ditentukan;
  • Selanjutnya, keunggulan dari bilyet giro adalah proses transaksi yang lebih aman. Sebab, ia tidak melibatkan proses pencairan dana tunai.¬†

Selain itu, transaksi hanya dapat diproses oleh orang yang namanya tercantum dalam kertas sehingga menurunkan risiko tindak pencurian;

  • Keempat, memberikan ringkasan transaksi keuangan. Adanya rekening koran tersebut memudahkan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan sesuai data pada rekening tabungan bank.

Apa Saja Persyaratan Bilyet Giro?

Persyaratan Bilyet Giro

Ilustrasi Persyaratan Berkas (Sumber: Freepik.com)

Bank Indonesia secara khusus menentukan syarat formal untuk bilyet giro. Terdapat 10 syarat yang wajib dicantumkan, antara lain:

  • Nama dan Nomor

Pada bagian kanan atas, wajib terdapat nama dan nomor. Adapun nama yang dimaksud yakni mencantumkan tulisan ‚ÄúBilyet Giro‚ÄĚ dengan huruf kapital yang disusul dengan nomor bilyet giro.

  • Nama Bank Tertarik

Salah satu fungsi bilyet giro adalah sebagai surat perintah dari nasabah (penarik) kepada bank tertarik untuk melakukan pemindahan dana ke rekening penerima. Maka, nama bank tertarik harus dicantumkan.

Bank tertarik merupakan pihak bank yang mendapat tugas dari pihak penarik untuk melakukan pemindahbukuan tersebut. Nama bank harus tertulis secara jelas untuk menghindari kesalahan.  

  • Keterangan yang Jelas

Syarat formal selanjutnya yaitu mencantumkan keterangan yang jelas, singkat dan tanpa syarat sehingga bilyet giro dapat diproses. Keterangan tersebut merupakan perintah yang ditujukkan untuk bank tertarik.

Umumnya, sudah terdapat format baku sehingga tidak perlu membuat baru. Penarik hanya perlu mengisi kolom kosong berupa informasi sesuai keperluan masing-masing.

  • Nama Penerima

Wajib memuat identitas penerima uang berupa nama lengkap dan nomor rekening yang digunakan dalam proses pemindahbukuan tersebut. Penerima merupakan pemilik rekening yang berhak atas sejumlah dana yang diberikan oleh penarik alias pemilik rekening giro.

  • Nama Bank Penerima

rcv giro 5

Ilustrasi Detail Pembayaran dengan Giro di Software Akuntansi Beeaccounting (Sumber: Bee.id)

Kemudian, syarat yang wajib ada yaitu nama bank penerima. Adapun maksud dari bank penerima adalah pihak bank tempat penerima membuat rekeningnya. Dengan kata lain, pihak bank yang menatausahakan rekening tersebut.

  • Jumlah Dana

Salah satu kolom yang kosong pada keterangan yang berisi perintah kepada bank tertarik merupakan jumlah dana. Dana yang akan dipindahkan ke rekening penerima harus dituliskan secara lengkap. Baik dalam bentuk angka maupun huruf sesuai keinginan pemilik rekening giro.

  • Tanggal Penarikan

Posisinya berada di pojok kanan atas, persis di bawah nama dan nomor. Tanggal penarikan menunjukkan tanggal penerbitan bilyet giro. Format penulisannya seperti biasa tempat/tanggal/bulan/tahun. 

  • Tanggal Efektif

Adanya tanggal efektif yang ditulis secara jelas dari tanggal, bulan dan tahun. Tanggal efektif merupakan tanggal diberikannya perintah pemindahbukuan kepada bank tertarik oleh pihak penarik.

  • Nama Penarik

Data penting lain yang wajib dicantumkan yaitu nama penarik. Adapun nama yang dimasukkan harus sesuai dengan nama yang tercatat pada dokumen milik bank tertarik. Apabila menggunakan atas nama badan usaha atau badan hukum, maka wajib mengatasnamakan badan tersebut.

  • Tanda Tangan Penarik

Nama jelas pihak penarik wajib disertai dengan tanda tangan. Posisinya berada di bagian paling bawah sebelah kanan. Bagi yang mengatasnamakan perusahaan, maka tanda tangan juga harus dilengkapi dengan cap resmi perusahaan.

Ketentuan Tenggat Waktu Bilyet Giro

giro2

Ilustrasi Update Cek/Giro dengan Software Akuntansi Beecloud (Sumber: Bee.id)

Penting diketahui bahwa bilyet giro memiliki masa berlaku sesuai peraturan Bank Indonesia. Seperti apa peraturan mengenai tenggat waktu tersebut? Berikut detailnya:

  • Masa berlaku bilyet giro adalah 70 hari yang dihitung sejak penetapan tanggal penarikan atau tanggal diterbitkannya.
  • Rentang waktu tanggal efektif selama 70 hari harus dihitung sejak tanggal penarikan. Sedangkan tenggang waktu efektif dimulai dari tanggal efektif sampai dengan akhir tenggang waktu pengunjukan;
  • Pencantuman tanggal penarikannya boleh disamakan dengan tanggal efektif. Syarat utamanya yaitu masih dalam tenggang waktu pengunjukan.

Kesimpulan

Bilyet giro adalah surat perintah berisi pemindahbukuan dana dari rekening pihak penarik ke rekening pihak penerima yang dilakukan oleh bank tertarik. Bagi pebisnis yang sering bertransaksi dalam jumlah besar, bilyet giro merupakan metode yang aman. 

Pada program Beeaccounting, saat melakukan penerimaan cek atau giro nilai uang akan tertampung di kas/akun CBG(akun penampung sementara), Apabila Cek/Giro tidak dicairkan maka nilai uangnya akan menggantung sampai proses clearing dilakukan, Clearing Cek/Giro dapat dilakukan setelah giro digunakan untuk pembayaran sehingga statusnya menjadi tidak aktif, pada status inilah cek/giro dapat diclearkan.

Bikin laporan akuntansi 1x dengan Beeaccounting. Coba gratis sekarang!

Laporan Akuntansi Pakai Software Akuntansi Beeaccounting

Laporan Akuntansi Pakai Software Akuntansi Beeaccounting

Pengertian, Fungsi & Cara Menyusun Neraca Keuangan Perusahaan
Neraca keuangan perusahaan adalah salah satu yang paling dalam menjalankan sebuah usaha. Di bidang akuntansi dan manajemen, laporan keuangan adalah […]
Baca Juga
Biaya Variabel Adalah: Pengertian, Fungsi dan Contoh
Biaya variabel adalah salah satu biaya yang ada pada dunia akuntansi dan bisnis. Selain itu juga ada biaya lain yaitu […]
Baca Juga
Jasa Konsultan Adalah: Pengertian dan Apa Tugasnya
Di dunia profesional, jasa konsultan adalah hal yang sangat akrab, karena ada banyak perusahaan atau individu yang masih menggunakan layanan […]
Baca Juga

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Copyright © 2022 Bee.id
magnifiercrossmenu