Bagaimana Strategi Bisnis UKM Survive Saat “LockDown”?

Tuesday, 24 March 2020
Anggara Farhan
Anggara Farhan

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Sejak 2020, berita duka datang untuk seluruh dunia. Virus tersebar, bumi pun istirahat. Seluruh tempat di lockdown

Semenjak adanya sebuah virus yang menggemparkan, banyak negara melakukan tindakan antisipasi. Pasalnya virus ini dapat tersebar cepat hingga dapat menyebabkan kematian. Virus yang dimaksud ini adalah Corona Virus atau bisa juga disebut COVID-19

Virus yang berasal dari Provinsi Wuhan, China, dengan cepat menyebar ke berbagai negara. Jumlah kasus terinfeksi mencapai ratusan ribu orang di 162 negara, dengan angka kematian mencapat 7rb orang dan total sembuh sebanyak 79rb orang.

Pemerintah diberbagai negara menerapkan langkah-langkah untuk mencegah penyebaran virus ini, salah satunya adalah lockdown.

Apa itu LockDown?

lockdown

Keadaan Wuhan saat di LockDown (Sumber: Theepochtimes.com)

Lockdown diambil dari bahasa Ingris yang artinya terkunci. Apabila dihubungkan dalam istilah teknis pada kasus Corona atau COVID-19, arti lockdown merupakan mengunci seluruh akses masuk dan keluar dari suatu daerah maupun negara.

Tujuan dilakukan penguncian di sini bukan lain adalah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Jika di suatu daerah dikunci maka semua fasilitas publik wajib ditutup. Mulai dari sekolah, tempat, transportasi umum, pabrik, bahkan kantor harus ditutup dan tidak diperbolehkan melakukan aktivitas.

Kenapa Banyak Negara Berlakukan LockDown?

Semenjak virus yang berasal dari China ini menyebar di berbagai belahan dunia, hampir seluruh negara melakukan lockdown. Pasalnya jika tidak diberlakukan lockdown, virus akan mudah tersebar dengan istilah domino. Melalui tempat umum misalnya, jika ada satu orang yang terinveksi virus corona, bisa tersebar mudah dengan berbagai cara yaitu:

  • Melalui udara dengan batuk dan bersin.
  • Kontak pribadi, seperti menyentuh dan berjabat tangan.
  • Menyentuh benda atau permukaan dengan virus di atasnya. Kemudian menyentuh area muka seperti mulut, hidung, dan mata sebelum mencuci tangan.
lockdown

Cara Penularan Virus Corona (Sumber: Bee.id)

Jika Indonesia Lockdown, Apa Pengaruhnya ke Bisnis Kita?

Baru-baru ini virus corona sudah masuk ke negara kita, Indonesia. Hingga artikel ini ditulis, orang yang terinveksi corona di Indonesia kian bertambah jumlahnya. Sehingga pemerintah Indonesia kemungkinan akan menerapkan sistem ‘kunci’ untuk mencegah penyebaran virus ini.

Dampaknya pun sangat banyak. Banyak tempat umum sepi, jalanan sepi, dan bisnis pun sepi. Beberapa usaha meliburkan karyawannya atau kerja remote di rumah masing-masing. Sehingga operasional usaha menjadi tidak effisien.

Komunikasi pun agak sulit dan terganggu, koordinasi tim semakin sulit, bahkan penjualan semakin menurun. Kondisi ini mengharuskan kita ‘survive’ agar bisnis tetap berjalan.

Apa Saja Persiapan Jika Sewaktu-Waktu Lockdown?

Berbagai antisipasi pasti dipikirkan ketika sewaktu-waktu pemerintah mulai menjalankan lockdown. Banyak cara bisa dijalankan untuk menjaga kestabilan bisnis sehingga terhindari dari dampak yang sudah dijelaskan di atas. Berikut ini beberapa tips dari kami yang bisa Anda terapkan.

1. Kerja dari Rumah (untuk Kantoran)

Sedikit berbeda dengan freelance kerja dari rumah atau yang populer disebut ‘kerja remot’ tetap bisa dilakukan untuk karyawan-karyawan yang kerja di kantoran. Mereka tetap akan bisa menyelesaikan tugasnya di rumah.

Namun bagaimana jadinya kalau bisnis susah dikontrol ketika di rumah? Ada beberapa kegiatan bisnis kantoran yang tidak bisa dilakukan di rumah seperti kontrol keuangan, kontrol stok, membuat laporan keuangan, semua itu pasti membutuhkan beberapa data yang mesti Anda cari dan pasti ribet menyusunnya.

Solusi…

lockdown

Pakai Beecloud bisa kontrol Bisnis dari Rumah

Beecloud merupakan aplikasi bisnis berbasis cloud yang memudahkan Anda untuk mengontrol bisnis dari rumah. Dengan beragam fitur yang diberikan, Anda tidak perlu lagi repot untuk ke kantor untuk mengontrol bisnis Anda.

Info Lengkap: Beecloud, Kontrol Bisnis dari Rumah

2. Efisiensi Cost, Jangan Belanja yang Tidak Penting

Ketika diperlakukan lockdown sangat disarankan untuk tidak belanja secara berlebihan dan tidak penting. Belanja secukupnya untuk kebutuhan sehari-hari. Karena yang membutuhkan bahan pangan bukan hanya Anda tetapi juga orang lain. Dalam keadaan darurat, bukannya sebaiknya kita menolong sesama?

3. Buka Peluang Revenue Stream Baru dari Bisnis Jangka Pendek

Sebagai aktivitas sehari-hari di rumah, Anda bisa menjalankan bisnis kecil dengan jangka pendek. Dari bisnis kecil tersebut Anda bisa membuka peluang revenue stream (aliran pendapatan masuk perusahaan) dari bisnis lain sebagai tabungan yang bisa Anda gunakan di masa depan untuk keperluan yang Anda inginkan.

4. Terima Resiko Potong Gaji Karyawan Jika Diperlukan

Sebagai salah satu cara untuk menghemat biaya perusahaan adalah memotong gaji karyawan. Ketika kondisi sedang sulit, Anda harus terima resiko untuk memotong gaji karyawan. Jika kondisi sudah membaik, Anda bisa menaikkan kembali gaji yang telah dipotong.

Kesimpulan: Tetap jaga kesehatan untuk menghindari inveksi virus corona. Semakin banyak yang terinveksi, maka negara akan melakukan lockdown. Bisnis menjadi sulit dikontrol.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print
Artikel Yang Mungkin Anda Suka :