
Planning adalah perencanaan, yaitu proses menentukan tujuan dan menyusun langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya. Dalam manajemen, planning membantu seseorang atau organisasi menentukan apa yang ingin dicapai, bagaimana cara mencapainya, sumber daya yang dibutuhkan, dan kapan tindakan harus dilakukan.
Contoh planning dalam bisnis adalah menyusun target penjualan bulanan, menentukan anggaran pemasaran, membuat jadwal produksi, dan menetapkan strategi untuk meningkatkan jumlah pelanggan.
Dengan perencanaan yang jelas, kegiatan bisnis dapat berjalan lebih terarah, penggunaan sumber daya lebih terkontrol, dan hasil pekerjaan lebih mudah dievaluasi.
Artikel ini membahas arti planning, fungsi dalam manajemen, tahapan penyusunannya, serta contoh planning sederhana yang dapat diterapkan dalam bisnis.
Planning berasal dari bahasa Inggris yang artinya perencanaan (Credit: Freepik.com)
Secara bahasa, planning berasal dari bahasa Inggris yang berarti perencanaan. Kata ini merujuk pada proses memikirkan dan menyusun tindakan sebelum suatu kegiatan dilaksanakan.
Dalam manajemen, planning merupakan salah satu fungsi dasar yang digunakan untuk menentukan tujuan dan cara terbaik untuk mencapainya.
Perencanaan tidak hanya berkaitan dengan menentukan target. Proses ini juga meliputi analisis kondisi saat ini, pemilihan strategi, penentuan prioritas, pembagian tanggung jawab, serta penyusunan jadwal dan anggaran.
Sebagai contoh, pemilik toko ingin meningkatkan penjualan dalam tiga bulan ke depan. Ia perlu melihat data penjualan sebelumnya, menentukan target yang realistis, memilih strategi promosi, menetapkan anggaran, dan memantau hasilnya.
Rangkaian langkah tersebut merupakan bagian dari planning.
Baca Juga: 9 Langkah Cara Membuat Marketing Plan Paling Efektif
Perencanaan memiliki peran yang cukup krusial dalam bisnis, yakni:
Dalam proses awal bisnis, perencanaan bisnis ini membantu Anda menetapkan visi dan misi perusahaan. Dengan merumuskan tujuan jangka panjang, perusahaan dapat memiliki pandangan yang jelas tentang arah yang ingin diambil, memberikan fokus yang konsisten kepada seluruh organisasi.
Kedua adalah membantu dalam pengelolaan sumber dimana, dalam hal-hal yang bersangkutan dengan operasional bisnis sudah tercantum dalam planning yang disusun di awal.
Termasuk alokasi dana, tenaga kerja, waktu, dan aset lainnya. Dengan rinci bagaimana sumber daya ini akan digunakan, perusahaan dapat memaksimalkan produktivitas dan menghindari pemborosan.
Berikutnya adalah mengidenti potensi resiko bisnis, hal ini bisa dilakukan setelah melalui proses analisis lingkungan eksternal dan internal.
Dengan perencanaan ini dapat memberikan landasan untuk membuat keputusan strategis yang informasinya didukung oleh pemahaman yang mendalam tentang pasar dan lingkungan bisnis.
Tidak hanya itu saja, perencanaan bisnis juga bisa membantu Anda merinci strategi yang akan diadopsi perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuannya.
Ini mencakup rencana taktis dan operasional yang memberikan panduan langkah demi langkah untuk mencapai target jangka pendek dan jangka panjang.
Fungsi terakhir business planning adalah mencakup pengembangan metrik dan indikator kinerja yang memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi kemajuan mereka.
Melalui pemantauan secara teratur, perusahaan dapat mengidentifikasi apakah strategi yang diimplementasikan berhasil atau apakah penyesuaian perlu dilakukan.
Ilustrasi proses perencanaan bisnis (Credit: Frepik.com)
Berikut langkah-langkah menyusun planning bisnis secara sederhana yang bisa Anda jadikan sebagai referensi:
Langkah pertama yang bisa Anda lakukan ketika mulai menyusun planning adalah dengan menentukan tujuan dari bisnis, seperti merumuskan visi jangka panjang dan misi perusahaan.
Visi mencerminkan gambaran masa depan yang diinginkan, sementara misi menetapkan tujuan inti perusahaan dan nilai-nilai yang dianut.
Berikutnya, untuk memperkuat perencanaan yang Anda susun melakukan analisis terlebih dahulu, baik analisa bisnis, pasar, peluang, hingga kelemahan. Ini bisa Anda lakukan menggunakan metode analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats).
Selain itu, metode analisis ini juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kekuatan internal, kelemahan, peluang, dan ancaman eksternal perusahaan. Ini membantu dalam memahami posisi relatif dan memberikan landasan untuk strategi.
Jika proses analisis sudah dilakukan berikutnya adalah menentukan strategi untuk mencapai tujuan bisnis dan sesuaikan dengan hasil analisa yang sudah Anda lakukan sebelumnya.
Fokuskan pada strategi pemasaran, operasional, keuangan, dan sumber daya manusia. Pastikan strategi tersebut selaras dengan visi dan tujuan perusahaan.
Langkah selanjutnya adalah alokasikan sumber daya seperti anggaran, tenaga kerja, dan waktu sesuai dengan prioritas strategis. Pastikan bahwa penggunaan sumber daya mendukung pencapaian tujuan bisnis.
Selanjutnya adalah mulai rencanakan untuk menggunakan teknologi, dimana penggunaan teknologi dalam bisnis bukan hal asing lagi, melainkan menjadi kebutuhan untuk menunjang efisiensi kerja.
Seperti menggunakan media sosial sebagai promosi, aplikasi kasir untuk meningkatkan pelayanan, software akuntansi untuk mengelola keuangan dan beberapa lainnya. Meskipun membutuhkan biaya lebih ketika menggunakannya, namun Anda bisa menghemat biaya operasional jauh lebih banyak di masa depan.
Salah satu rekomendasi software akuntansi online cocok untuk UMKM ada Beecloud, miliki fitur pencatatan transaksi, kontrol stok, manajemen aset hingga laporan akuntansi dengan harga raturan ribu saja perbulan mudahkan Anda kelola bisnis dalam jangka panjang. Klik banner di bawah ini untuk informasi selengkapnya!
Terakhir adalah tetapkan jadwal untuk memantau dan mengevaluasi kemajuan. Lakukan evaluasi secara berkala terhadap kinerja perusahaan, dan sesuaikan rencana jika diperlukan berdasarkan hasil pemantauan.
Baca Juga: Contoh Perencanaan Usaha: Tips Membuat Usaha yang Sukses
Berikut contoh planning sederhana untuk meningkatkan penjualan sebuah toko selama satu bulan.
Tujuan: meningkatkan penjualan bulanan sebesar 10% dibandingkan bulan sebelumnya.
Contoh ini bersifat ilustratif. Target perlu disesuaikan dengan kondisi bisnis yang sebenarnya.
| Komponen | Rencana |
|---|---|
| Tujuan | Meningkatkan penjualan bulanan sebesar 10% |
| Analisis awal | Memeriksa penjualan produk, jumlah transaksi, dan pola pembelian pelanggan |
| Strategi | Memprioritaskan produk yang paling diminati dan memperbaiki promosi |
| Tindakan | Menyusun paket produk, menjalankan promosi terpilih, dan menghubungi pelanggan yang relevan |
| Anggaran | Menetapkan batas biaya promosi sesuai kemampuan bisnis |
| Penanggung jawab | Pemilik toko dan staf yang menangani penjualan |
| Periode | Satu bulan |
| Indikator evaluasi | Omzet, jumlah transaksi, margin, dan biaya promosi |
Pada akhir bulan, bandingkan hasil aktual dengan target yang ditentukan.
Jika omzet meningkat, periksa apakah peningkatan tersebut juga menghasilkan margin yang sehat. Kenaikan penjualan belum tentu meningkatkan keuntungan apabila diskon atau biaya promosi terlalu besar.
Jika target tidak tercapai, evaluasi faktor penyebabnya, misalnya permintaan pelanggan, ketersediaan stok, efektivitas promosi, atau perubahan harga.
Dengan demikian, evaluasi planning tidak hanya melihat apakah target tercapai, tetapi juga memahami faktor yang memengaruhi hasil.
Planning digunakan di berbagai fungsi manajemen. Bentuknya dapat berbeda sesuai tujuan masing-masing bagian.
Tim pemasaran menyusun rencana untuk meningkatkan jumlah calon pelanggan melalui konten, iklan, promosi, atau kegiatan pemasaran lainnya.
Rencana dapat mencakup target, anggaran, jadwal kampanye, pembagian tugas, dan indikator keberhasilan.
Perusahaan menyusun rencana anggaran untuk memperkirakan pendapatan, pengeluaran, kebutuhan kas, dan prioritas penggunaan dana.
Tujuannya agar pengeluaran dapat dikendalikan dan kebutuhan operasional tetap terpenuhi.
Planning operasional membantu mengatur aktivitas harian, seperti jadwal kerja, pembelian bahan baku, persediaan, kapasitas produksi, dan pengiriman barang.
Perencanaan yang baik membantu mengurangi keterlambatan dan penggunaan sumber daya yang tidak efisien.
Perusahaan merencanakan kebutuhan tenaga kerja, pembagian tugas, pelatihan, dan jadwal kerja sesuai kebutuhan operasional.
Hal ini membantu memastikan pekerjaan dapat diselesaikan dengan kapasitas tim yang tersedia.
Berikut beberapa contoh planning bisnis sederhana dari beberapa bidang usaha:
Ilustrasi rencana anggaran usaha kuliner (Credit: bee.id)
Begitulah gambaran sederhana mengenai contoh planning bisnis kuliner secara sederhana yang bisa Anda jadikan referensi dan panduan ketika akan membuka usaha.
Planning dan plan berkaitan, tetapi penggunaannya berbeda.
| Istilah | Arti | Contoh penggunaan |
|---|---|---|
| Planning | Proses atau kegiatan perencanaan | Business planning |
| Plan | Rencana yang disusun | Marketing plan |
| Planning process | Proses perencanaan | Planning process perusahaan |
| Planning stage | Tahap perencanaan | Planning stage proyek |
Secara sederhana, planning lebih menekankan proses merencanakan, sedangkan plan merujuk pada rencana atau susunan tindakan yang dihasilkan.
Contoh kalimat:
Planning merupakan istilah umum untuk proses perencanaan. Perencanaan strategis atau strategic planning adalah bentuk perencanaan yang lebih berfokus pada arah jangka panjang, prioritas utama, dan cara organisasi mencapai tujuan strategisnya.
| Aspek | Planning Umum | Strategic Planning |
|---|---|---|
| Fokus | Tujuan dan tindakan yang perlu dilakukan | Arah dan prioritas strategis |
| Cakupan | Dapat berupa kegiatan harian hingga jangka panjang | Biasanya berfokus pada arah jangka menengah atau panjang |
| Contoh | Menyusun jadwal promosi bulanan | Menentukan segmen pasar yang ingin dikembangkan perusahaan |
Keduanya saling berkaitan. Perencanaan strategis menetapkan arah utama, sedangkan rencana taktis dan operasional menerjemahkannya menjadi kegiatan yang lebih konkret.
Perencanaan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Beberapa kendala yang umum terjadi adalah:
Untuk mengurangi kendala tersebut, buat rencana yang terukur, tetapkan tanggung jawab, gunakan data yang relevan, dan evaluasi hasil secara berkala.
Planning adalah perencanaan, yaitu proses menentukan tujuan dan menyusun langkah untuk mencapainya. Dalam manajemen, planning membantu menetapkan prioritas, memilih strategi, mengalokasikan sumber daya, mengantisipasi risiko, dan mengevaluasi hasil.
Contoh planning dalam bisnis antara lain menyusun target penjualan, merencanakan anggaran, menentukan strategi pemasaran, dan mengatur kegiatan operasional.
Agar efektif, planning perlu didasarkan pada informasi yang relevan, memiliki tujuan yang jelas, disertai pembagian tugas dan jadwal, serta dievaluasi berdasarkan hasil aktual.
Dengan perencanaan yang terarah, bisnis dapat mengambil keputusan dengan lebih terstruktur dan menggunakan sumber daya sesuai prioritas.
Planning artinya perencanaan, yaitu proses menentukan tujuan dan menyusun langkah untuk mencapai tujuan tersebut.
Planning dalam manajemen adalah proses menetapkan tujuan organisasi, memilih strategi, menentukan tindakan, dan mengalokasikan sumber daya untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Contoh planning adalah menyusun target penjualan bulanan, membuat anggaran pemasaran, menentukan jadwal produksi, dan merencanakan kebutuhan tenaga kerja.
Fungsi planning antara lain menentukan tujuan, mengarahkan tindakan, mengalokasikan sumber daya, mengantisipasi risiko, menjadi pedoman kerja, dan memudahkan evaluasi.
Planning merujuk pada proses perencanaan, sedangkan plan merujuk pada rencana yang dihasilkan. Contohnya, planning a campaign berarti merencanakan kampanye, sedangkan campaign plan berarti rencana kampanye.
Planning dalam bisnis adalah proses menentukan tujuan usaha dan menyusun langkah untuk mencapainya, termasuk perencanaan pemasaran, keuangan, operasional, dan sumber daya manusia.







