Logo Bee Web

Derivatif Adalah, Jenis dan Dasar Hukumnya

Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Wednesday, 20 September 2023

Derivatif adalah salah satu opsi perjanjian kontrak yang digunakan sebagai instrumen investasi yang dapat digunakan. Instrumen ini juga diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), bersama dengan obligasi, saham, dan reksadana.

Sebagai produk turunan dari berbagai instrumen investasi yang tersedia di pasar, derivatif memiliki asal usulnya. Untuk mendalami lebih jauh mengenai jenis investasi ini, berikut penjelasannya secara lengkapnya.

Pengertian Derivatif Adalah

Contoh Invetasi

Ilustrasi investasi dengan menggunakan saham (Credit: Freepik.com)

Derivatif merupakan instrumen keuangan yang memiliki peranan penting dalam pasar global saat ini. Instrumen ini memungkinkan para pelaku pasar untuk mengambil posisi atau melindungi risiko terhadap perubahan harga aset yang mendasarinya, mulai dari saham hingga mata uang dan komoditas.

Dengan cara ini, derivatif telah menjadi alat yang sangat fleksibel dan beragam, digunakan oleh berbagai pihak, termasuk investor, spekulan, dan perusahaan, untuk mengelola risiko, meningkatkan potensi keuntungan, serta meningkatkan likuiditas pasar.

Namun, kompleksitasnya juga membawa risiko tertentu, dan pemahaman yang mendalam tentang derivatif serta peraturan yang berlaku menjadi kunci dalam berpartisipasi di pasar ini.

Apa itu Transaksi Derivatif?

Jika sebelumnya mengenal pengertian derivatif, kali ini kita akan mengulas tuntas tentang apa pengertian dari transaksi derivatif ini.

Transaksi derivatif adalah jenis transaksi keuangan yang nilainya tergantung pada perubahan nilai aset yang mendasarinya. Aset yang mendasari ini bisa berupa saham, indeks saham, mata uang, suku bunga, komoditas, atau bahkan hal lainnya seperti cuaca atau indeks risiko kredit.

Transaksi derivatif digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk lindung nilai (hedging), spekulasi, atau tujuan manajemen risiko lainnya. Beberapa jenis transaksi derivatif yang paling umum termasuk futures, options, swaps, dan forward. Transaksi derivatif memiliki potensi untuk mendatangkan keuntungan besar, tetapi juga memiliki risiko yang signifikan.

Oleh karena itu, penting untuk memahami risiko tersebut dan hanya terlibat dalam transaksi derivatif jika Anda memiliki pengetahuan yang cukup atau mendapatkan nasihat dari profesional keuangan yang kompeten. Transaksi derivatif juga sering kali menjadi bagian integral dalam manajemen risiko perusahaan dan investasi di pasar keuangan.

Dasar Hukum Transaksi Derivatif

Transaksi derivatif adalah jenis investasi yang telah diatur oleh hukum untuk memastikan keamanannya sebagai salah satu pilihan investasi. Dasar hukum pelaksanaan transaksi derivatif ini mencakup:

  • UU No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
  • Peraturan Pemerintah No.45 tahun 1995 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal
  • SK Bapepam No. Kep.07/PM/2003 Tgl. 20 Februari 2003 yang Menetapkan Kontrak Berjangka atas Indeks Efek sebagai Efek
  • Peraturan Bapepam No. III. E. 1 tgl. 31 Okt 2003 mengenai Kontrak Berjangka dan Opsi atas Efek atau Indeks Efek
  • SE Ketua Bapepam No. SE-01/PM/2002 Tgl. 25 Februari 2002 yang Mengatur Kontrak Berjangka Indeks Efek dalam Pelaporan MKBD Perusahaan Efek
  • Persetujuan Tertulis Bapepam Nomor S-356/PM/2004 Tanggal 18 Februari 2004 tentang Persetujuan Kontrak Berjangka atas Indeks Efek (DJIA & DJ Japan Titans 100)

Derivatif adalah salah satu bentuk investasi yang menjanjikan dan telah mendapatkan jaminan dari pemerintah. Jika Anda tertarik untuk berinvestasi, persiapkan dana Anda dan pelajari jenis derivatif yang sesuai dengan tujuan investasi Anda di masa depan.

Jenis-Jenis Derivatif Adalah

Pangsa Pasar adalah

Derivatif dibedakan menjadi beberapa jenis mulai dari futures, option, swab, dan forward (Credit: Freepik.com)

Berikut penjelasan mengenai masing-masing jenis derivatif:

1. Futures

Futures adalah kontrak standar yang mengikat pembeli dan penjual untuk membeli atau menjual suatu aset tertentu pada harga dan tanggal tertentu di masa depan. Aset yang mendasarinya bisa berupa saham, indeks saham, komoditas, mata uang, dan lain sebagainya.

Ini adalah instrumen yang umumnya diperdagangkan di bursa, sehingga memiliki likuiditas yang tinggi dan transparansi pasar yang baik. Ada dua hal yang perlu diperhatikan pada jenis derivatif ini. yakni:

  • Lindung Nilai (Hedging):  Perusahaan atau investor sering menggunakan futures untuk melindungi diri dari fluktuasi harga yang merugikan. Misalnya, seorang petani bisa menggunakan futures untuk melindungi diri dari penurunan harga komoditas yang ia hasilkan.
  • Spekulasi: Jumlah besar trader berpartisipasi dalam perdagangan futures dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga aset mendasar. Mereka bisa berspekulasi apakah harga aset tersebut akan naik (membeli kontrak berjangka) atau turun (menjual kontrak berjangka).

2. Options (Kontrak Opsi)

Berikutnya ada options, yakni kontrak yang memberi pemegangnya hak (namun bukan kewajiban) untuk membeli (call option) atau menjual (put option) suatu aset pada harga tertentu dalam jangka waktu tertentu. Ini memberikan fleksibilitas yang besar kepada pemegangnya.

  • Lindung Nilai (Hedging): Options juga dapat digunakan untuk lindung nilai. Seorang investor yang memiliki saham bisa membeli put option untuk melindungi diri dari penurunan harga saham tersebut.
  • Spekulasi: Seperti futures, options dapat digunakan untuk spekulasi. Pemegang call option mengharapkan kenaikan harga aset, sedangkan pemegang put option mengharapkan penurunan harga aset.

3. Swaps (Kontrak Swap)

Swaps adalah perjanjian antara dua pihak untuk menukar aliran pembayaran di masa depan. Salah satu contoh swap yang umum adalah swap suku bunga. Dalam swap suku bunga, dua pihak bisa sepakat untuk menukar pembayaran bunga tetap dengan pembayaran bunga variabel.

  • Manajemen Risiko: Swaps sering digunakan dalam manajemen risiko, terutama risiko suku bunga. Perusahaan yang memiliki pinjaman dengan suku bunga tetap mungkin ingin mengubah risiko tersebut menjadi suku bunga variabel melalui swap.

4. Forward (Kontrak Forward)

Forward adalah kontrak khusus antara dua pihak yang mengatur pembelian atau penjualan suatu aset pada tanggal tertentu di masa depan dengan harga yang telah disepakati.

Perbedaan utama dengan futures adalah bahwa forward biasanya tidak diperdagangkan di bursa, sehingga kurang likuid dan bisa lebih disesuaikan dengan kebutuhan pihak yang terlibat.

  • Kurang Likuid: Karena tidak diperdagangkan di bursa, harga dan syarat dalam kontrak forward lebih fleksibel, tetapi ini juga berarti kurang likuid dan lebih sulit dijual atau dibeli kembali dibandingkan dengan futures.
  • Risiko Kredit: Karena forward adalah perjanjian khusus antara dua pihak, ada risiko kredit yang harus dipertimbangkan. Salah satu pihak mungkin gagal memenuhi kewajibannya.

Baca Juga: Cara Menghitung Rasio Likuiditas, Pengertian dan Manfaatnya

Kesimpulannya, dalam dunia keuangan, transaksi derivatif adalah instrumen investasi yang mendasar pada perubahan nilai aset yang mendasarinya. Ada beberapa jenis derivatif yang paling umum, termasuk futures, options, swaps, dan forward.

Penting untuk diingat bahwa, sambil menawarkan peluang untuk mendapatkan keuntungan, transaksi derivatif juga membawa risiko yang signifikan.

Sebelum pebisnis melakukan sederet aktivitas inventasi, pebisnis juga perlu mahamai bagaimana kondisi dan posisi keuangan bisnis yang sedang dijalankan, agar tahu mana langkah yang tepat dalam setiap tindakakannya. Paling sederhana dalah megetahui laba rugi perusahaan setiap tahunnya. Dalam hal ini Anda bisa menggunakan software akuntansi online Beecloud dengan fitur laporan otomatis jadikan bisnis lebih mudah dan menguntungkan.

Beecloud Terintegrasi Laporan Akuntansi Langsung Jadi

Selain itu, penting untuk memahami dasar hukum dan risiko terkait dengan setiap jenis derivatif sebelum terlibat dalam perdagangan atau investasi derivatif. Selalu bijaksana untuk mendapatkan nasehat dari profesional keuangan sebelum terlibat dalam transaksi derivatif, terutama jika Anda tidak familiar dengan produk tersebut.

Human Capital Adalah Aset Penting dalam Bisnis, Apa itu?
Pada artikel ini, Anda akan mempelajari tentang human capital adalah hal yang cukup penting sama dengan pentingnya manajemen sumber daya
Baca Juga
Apa itu Modal Ventura? Ini Contoh dan Penjelasannya
Modal ventura adalah salah satu jenis pendanaan dalam bentuk pemberian bantuan modal kepada bisnis atau perusahaan swasta dalam rangka investasi.
Baca Juga
7+ Brand Lokal ini Berhasil Go Internasional, Begini Strateginya!
Menjadi konsumen brand lokal Indonesia menjadi kebanggaan sendiri, dengan produk berkualitas, trendi yang tidak ketinggalan jaman konsumen juga bisa turut
Baca Juga
SIUP adalah Surat Izin Usaha Perdagangan, Ini Cara Daftarnya
Dokumen berupa Surat Izin Usaha Perdagangan atau SIUP adalah hal yang tidak boleh sampai dilewatkan pemilik bisnis. Surat izin jenis
Baca Juga
6 Ide Bisnis Mainan Edukasi Anak yang Menguntungkan
Apakah Anda tertarik dengan ide bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memiliki dampak positif pada perkembangan anak-anak?
Baca Juga
Usaha Angkringan: Peluang Menjanjikan dengan Modal Kecil
Pada kesempatan kali ini, kami akan membahas tentang "Usaha Angkringan” yang sedang populer di kalangan para pengusaha pemula. Simak juga
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu