Logo Bee Web

Template Laporan Utang Supplier dan Jadwal Jatuh Tempo

Penulis:
Lutfatul Malihah
Kategori:
Terbit: 3 Nov 2026
Diperbarui: 3 Nov 2026

Banyak berbagi banyak rejeki :

Daftar Isi

Punya laporan utang usaha itu wajib hukumnya bagi pelaku usaha, apalagi yang sistem kulakannya menggunakan sistem utang.

Dan..utang kepada supplier merupakan hal yang umum dalam kegiatan usaha. Namun, jika transaksi pembelian semakin banyak dan setiap supplier memiliki tanggal jatuh tempo berbeda, pencatatannya bisa menjadi lebih sulit.

Tanpa catatan yang rapi, pemilik usaha berisiko lupa membayar tagihan, kesulitan mengetahui sisa utang, atau tidak memiliki gambaran jelas mengenai kewajiban pembayaran dalam waktu dekat.

Apa Itu Laporan Utang Supplier?

Laporan utang supplier adalah catatan yang berisi kewajiban pembayaran usaha kepada pemasok barang atau jasa. Laporan ini dapat memuat informasi transaksi pembelian, nilai tagihan, pembayaran yang sudah dilakukan, dan sisa utang.

Laporan utang supplier berbeda dari laporan utang-piutang secara umum karena berfokus pada kewajiban usaha kepada pemasok. Dengan laporan ini, pemilik usaha dapat memantau tagihan yang belum dibayar dan merencanakan pembayaran berdasarkan tanggal jatuh tempo.

Informasi yang Perlu Dicatat dalam Laporan Utang Supplier

Agar mudah digunakan, laporan utang supplier sebaiknya memuat beberapa informasi berikut.

Kolom Keterangan
Nama supplier Nama pemasok yang memberikan barang atau jasa
Nomor faktur atau transaksi Nomor referensi untuk mencocokkan catatan dengan dokumen pembelian
Tanggal pembelian Tanggal transaksi pembelian dilakukan
Tanggal jatuh tempo Batas waktu pembayaran sesuai kesepakatan
Total tagihan Nilai utang dari transaksi tersebut
Jumlah dibayar Total pembayaran yang sudah dilakukan
Sisa utang Nilai tagihan setelah dikurangi pembayaran
Status pembayaran Keterangan seperti Belum Dibayar, Dibayar Sebagian, atau Lunas
Catatan Informasi tambahan, misalnya nomor bukti pembayaran atau kesepakatan dengan supplier

Pastikan data dalam laporan sesuai dengan faktur, bukti pembayaran, dan kesepakatan dengan supplier. Jika ada pembayaran sebagian, catat nominalnya agar sisa utang tetap akurat.

BACA JUGA: 7 Tips Kelola Hutang Usaha Efektif dan Pembukuannya

Contoh Template Laporan Utang Supplier

Berikut contoh sederhana laporan utang supplier. Nama supplier, tanggal, dan nominal pada tabel ini hanya ilustrasi.

Supplier No. Faktur Tanggal Pembelian Jatuh Tempo Total Tagihan Jumlah Dibayar Sisa Utang Status
Supplier A INV-001 1 Mei 2026 15 Mei 2026 Rp5.000.000 Rp2.000.000 Rp3.000.000 Dibayar Sebagian
Supplier B INV-002 3 Mei 2026 17 Mei 2026 Rp2.500.000 Rp0 Rp2.500.000 Belum Dibayar
Supplier C INV-003 5 Mei 2026 20 Mei 2026 Rp4.000.000 Rp4.000.000 Rp0 Lunas

Dari contoh tersebut, pemilik usaha dapat melihat tagihan yang masih harus dibayar, termasuk transaksi yang sudah dibayar sebagian. Kolom jatuh tempo juga membantu menentukan tagihan mana yang perlu diprioritaskan.

Cara Membuat Jadwal Jatuh Tempo Utang Supplier di Excel

Anda dapat membuat laporan sederhana menggunakan Excel atau Google Sheets. Berikut langkah-langkahnya.

1. Buat daftar transaksi dan tagihan

Buat tabel dengan kolom seperti nama supplier, nomor faktur, tanggal pembelian, tanggal jatuh tempo, total tagihan, jumlah dibayar, dan sisa utang.

Catat setiap transaksi secara terpisah agar riwayat pembelian dan pembayaran mudah ditelusuri.

2. Hitung sisa utang

Sisa utang diperoleh dari total tagihan dikurangi jumlah pembayaran yang sudah dilakukan.

Contohnya, jika total tagihan Rp5.000.000 dan pembayaran yang sudah dilakukan Rp2.000.000, sisa utangnya adalah Rp3.000.000.

Jika menggunakan Excel atau Google Sheets, rumus sederhana untuk menghitung sisa utang adalah:

=Total_Tagihan-Jumlah_Dibayar

Sesuaikan nama kolom atau referensi sel dengan format tabel yang digunakan.

3. Tentukan status pembayaran

Gunakan status yang konsisten, misalnya:

  • Belum Dibayar: belum ada pembayaran.
  • Dibayar Sebagian: pembayaran sudah dilakukan, tetapi masih ada sisa utang.
  • Lunas: seluruh tagihan sudah dibayar.

Perbarui status setiap kali ada pembayaran agar laporan tidak menampilkan informasi yang sudah tidak sesuai.

4. Tandai tagihan yang mendekati jatuh tempo

Periksa tanggal jatuh tempo secara berkala. Anda dapat menggunakan fitur pemformatan bersyarat di Excel atau Google Sheets untuk memberi penanda pada tagihan yang sudah jatuh tempo atau akan segera jatuh tempo.

Tentukan sendiri periode pengingat yang sesuai dengan kebiasaan pembayaran usaha, misalnya beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo.

5. Buat rekap utang berdasarkan supplier

Jika satu supplier memiliki beberapa transaksi, buat rekap untuk mengetahui total sisa utang kepada supplier tersebut. Rekap ini membantu saat menyiapkan pembayaran atau mencocokkan catatan dengan supplier.

Cara Menggunakan Jadwal Jatuh Tempo agar Pembayaran Tidak Terlewat

Membuat laporan saja belum cukup. Data perlu diperbarui dan diperiksa secara rutin.

  • Catat transaksi segera setelah pembelian dilakukan. Jangan menunggu hingga akhir bulan jika jumlah transaksi cukup banyak.
  • Perbarui laporan setelah pembayaran. Masukkan jumlah yang dibayar dan hitung kembali sisa utangnya.
  • Periksa tagihan yang akan jatuh tempo. Gunakan jadwal untuk menyusun prioritas pembayaran.
  • Cocokkan catatan dengan dokumen transaksi. Periksa faktur dan bukti pembayaran jika ada perbedaan nominal.
  • Simpan bukti pembayaran. Bukti ini membantu saat perlu memeriksa riwayat transaksi.

Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Mencatat Utang Supplier

Beberapa kesalahan berikut dapat membuat laporan utang kurang akurat:

  • Tidak mencatat tanggal jatuh tempo. Akibatnya, pemilik usaha sulit mengetahui kapan tagihan perlu dibayar.
  • Tidak memperbarui pembayaran sebagian. Sisa utang bisa terlihat lebih besar daripada kondisi sebenarnya.
  • Tidak mengubah status setelah pembayaran. Tagihan yang sudah lunas dapat tetap tercatat sebagai kewajiban.
  • Menggabungkan beberapa transaksi dalam satu catatan. Hal ini dapat menyulitkan pencocokan dengan faktur dan bukti pembayaran.
  • Tidak memeriksa kesesuaian data. Perbedaan antara catatan internal dan dokumen supplier dapat menimbulkan kebingungan saat pembayaran.

Kapan Usaha Perlu Menggunakan Software untuk Mengelola Utang?

Pencatatan manual dapat menjadi pilihan untuk usaha dengan jumlah transaksi yang masih mudah dipantau. Namun, ketika transaksi dan jumlah supplier bertambah, pembaruan laporan bisa memerlukan lebih banyak waktu dan ketelitian.

Pertimbangkan menggunakan software pembukuan jika usaha mulai kesulitan memantau banyak tagihan, mencocokkan pembayaran, atau mendapatkan ringkasan kewajiban secara rutin.

Sebelum memilih software, pastikan fitur yang tersedia sesuai dengan proses usaha, termasuk pencatatan pembelian, pembayaran, dan pemantauan sisa utang.

Pakai Beecloud, Urusan Catat Mencatat Makin Gampang dan Akurat

Software Beecloud

Penutup

Laporan utang supplier membantu pemilik usaha mengetahui jumlah kewajiban, sisa tagihan, dan jadwal pembayaran. Dengan mencatat setiap transaksi secara konsisten serta memperbarui data setelah pembayaran, pemilik usaha dapat memantau utang dengan lebih tertib.

Mulailah dari format sederhana yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Yang terpenting, pastikan setiap tagihan tercatat dan tanggal jatuh temponya diperiksa secara rutin.

Artikel Populer

Feedback Artinya: Jenis, Fungsi, beserta Cara Mendapatkannya
Suatu istilah yang dipakai masyarakat untuk menilai aktivitas seseorang ialah umpan balik atau feedback artinya dalam ba...
Baca Selengkapnya
[DOWNLOAD] Contoh Excel Laporan Keuangan Lengkap!
Membuat laporan keuangan dengan Excel bisa menjadi pilihan praktis bagi pemilik usaha yang ingin mulai mencatat pemasuka...
Baca Selengkapnya
10+ Contoh Kerajinan Pasar Lokal dan Potensi Bisnisnya
Kerajinan pasar lokal merupakan salah satu cerminan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat setempat, merefleksikan t...
Baca Selengkapnya
Apple to Apple Artinya Perbandingan, Ini Penjelasannya
Mungkin Anda pernah mendengar istilah apple to apple dan bertanya-tanya apa sebenarnya maknanya. Istilah apple to apple...
Baca Selengkapnya
(DOWNLOAD) Contoh Buku Kas Umum, Format dan Cara Mengisinya
Buku kas umum adalah catatan yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi uang masuk dan uang keluar dalam suatu usah...
Baca Selengkapnya
LOI Adalah Letter of Intent, Begini Contoh dan Cara Membuatnya
Sebagai pebisnis, ketika Anda ingin menjalin kerja sama, pasti langkah awalnya adalah menyampaikan maksud dan tujuan mel...
Baca Selengkapnya
Customer Service Software Akuntansi & Kasir Bee
Jam Operasional: senin - jumat jam 09.00 - 16.00 wib

Siap Mengubah Cara Anda Mengelola Bisnis

Sejak 2010, Bee telah berdedikasi untuk membantu Pengusaha di seluruh Indonesia dalam mengatasi tantangan laporan akuntansi dan keuangan. Kami siap mendukung kesuksesan bisnis Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami.
Logo Bee Web
Bee.id adalah brand dari PT BITS Miliartha, perusahaan penyedia software akuntansi terbaik dan aplikasi pembukuan usaha untuk membantu pemilik bisnis dan akuntan mengelola keuangan secara lebih cepat, mudah, dan akurat. Sebagai solusi akuntansi UMKM yang telah digunakan ribuan pengguna di seluruh Indonesia, Bee siap bantu bisnis Anda berkembang lebih efisien. Coba sekarang! Gratis Trial atau jadwalkan Demo Gratis bersama Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Villa Kalijudan Indah H No. 18B, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Yogyakarta: Virtual Office, hanya melayani kunjungan ke lokasi
Banyuwangi: Virtual Office, hanya melayani kunjungan ke lokasi
Copyright © 2026 Bee.id
magnifiercrossmenuarrow-right