Cara Import Master – Item

Thursday, 16 April 20
Rizky Kurniawan
Rizky Kurniawan

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Berikut ini adalah panduan cara import item melalui file excel (*xls) pada program Beecloud

Caranya sebagai berikut :

  1. Masuk ke menu [Sistem] – [Import Data] – [Import Item] lalu klik |Contoh Excel| untuk mendownload template excel importitem1
  2. Isikan Kode Item,Nama Item, dan Satuan 1 importitem2Keterangan Kolom pada File Excel :
    Kode Item : diisikan sesuai dengan kode yang diinginkan
    Nama Item : diisikan sesuai dengan nama item/ barang yang diinginkan
    Alias Item : diisikan sesuai dengan nama alias item (Jika ada)
    Satuan 1 : diisikan informasi satuan terkecil yang digunakan oleh master item yang dibuat. Contoh : PCS
    Satuan 2 : diisikan informasi satuan level diatas satuan terkecil. Contoh : DOS
    Conv. 2 : diisikan informasi nilai konversi dari satuan 2 ke satuan 1. Contoh : 1 DOS = 20 PCS, maka diisikan 20
    Satuan 3 : diisikan informasi satuan level ke-2 diatas satuan terkecil. Contoh : PACK = 5 DOS = 100 PCS. Satuan 3 nya adalah PACK
    Conv.3 : diisikan informasi nilai konversi dari satuan 3 ke satuan 1(terkecil). Contoh : 1 Pack = 100 PCS, maka diisikan 100
    Item Group : diisikan kode item group yang telah dibuat sebelumnya .(Baca juga panduan : Cara Import Master – Item Group)
    Barcode : diisikan kode barcode sesuai dengan yang diinginkan
    Kode Merk : diisikan kode merk yang telah dibuat sebelumnya
    Akun Inventory : diisikan kode atau nomor akun akuntansi penampung nilai persediaan barang yang telah dibuat sebelumnya pada daftar akuntansi  (Baca juga panduan :  Cara Import Master – Akun)
    Akun HPP : diisikan kode atau nomor akun akuntansi penampung nilai HPP item yang terjual pada Laporan Laba/ Rugi yang telah dibuat sebelumnya pada daftar akuntansi
    Akun Penjualan : diisikan kode atau nomor akun akuntansi penampung nilai penjualan yang telah dibuat sebelumnya pada daftar akuntansi
    Akun Retur Penjualan : diisikan kode atau nomor akun akuntansi penampung nilai retur penjualan yang telah dibuat sebelumnya pada daftar akuntansi
    Pajak Pembelian : menentukan apakah item tersebut pada transaksi pembelian dikenakan pajak atau tidak. Jika iya diisikan “PPN”, jika tidak dikosongi saja
    Pajak Penjualan : menentukan apakah item tersebut pada transaksi penjualan dikenakan pajak atau tidak. Jika iya diisikan “PPN”, jika tidak dikosongi saja
  3. Untuk yang lainnya tidak perlu diisi karena optional tapi jika mau diisi tidak masalah
  4. Berikut tampilan kolom – kolom Excel yang wajib diimport, setelah itu Save lalu kembali ke Beecloud

  5. Selanjutnya klik |Browse| Maka kolom kode Item, Nama dan Satuan 1 otomatis terisi karena sudah kita isi di tabel excel kita importitem5
  6. importitem6Note* :
    – Kolom yang bertanda *, tidak wajib untuk diarahkan pada kolom file excel yang diimport
    – Kolom yang bertanda *,
    jika tidak diarahkan harus dikosongkan dengan cara klik tanda silang disetiap kolom
    – Kolong yang bertanda *,
    jika tidak diarahkan maka data akan masuk pada settingan default

  7. Lalu pada Kolom sistem pilih Tipe Item yang akan kita import dan setelah itu klik |Proses|

    – Centang Generate Item Group, Merk dan Model jika ingin input Item Group atau Merk atau Model melalui Excel untuk Import Item. Dengan Catatan, yang ditulis di Excel adalah NAMA ITEM GROUP, bukan KODE. Jika tidak di centang, maka tulis KODE
     

    – Centang Generate Kartu Stock jika item yang diimport ingin tampil di menu Lihat Stock, pastinya stocknya masih 0. Jika tidak dicentang, maka item yang diimport akan muncul di Lihat Stock ketika sudah input Set Saldo Awal Stock atau Pembelian. Dengan kata lain, kalau dicentang akan ada informasi bahwa stocknya 0 meski belum pernah ada transaksi. Jika tidak dicentang, informasi stock akan muncul ketika sudah ada transaksi atas item tersebut.
    Baca Juga: Panduan Set Saldo Awal Stock
     

    CATATAN LAIN: Jika ada Item yang memakai Item Group atau Merk atau Model, maka semua Item dalam satu Excel harus pakai juga. Jika ada sebagian yang pakai dan sebagaian yang tidak pakai, maka pisah menjadi 2 Excel

  8. Maka jika berhasil akan muncul tampilan berikut

Bagikan jika tutorial ini bermanfaat :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print

Panduan Yang Mungkin Juga Anda Butuhkan :