Pemotongan dan Pembayaran Pajak PPH23 (Pasal 23) untuk Jasa

Wednesday, 22 April 20
Zakky Ubaid
Zakky Ubaid
IT Support

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

PPH 23 adalah pajak atas jasa yang sifatnya “final” dan biasanya di pungut (dipotong tagihan) oleh pembeli (kalau pembeli adalah wajib pungut seperti bumn, dll) besarnya biasanya 2% dari jasa (tergantung tabel norma)

CONTOH KASUS:
kita menjual jasa sbb:

Jasa Support = Rp200,000
ppn = Rp20,000

Invoice kepada customer: 200,000 + 20,000 = Rp220,000
PPH 23 = 2% x 200,000 = Rp4,000

customer membayar kita = 220,000 – 4,000 = Rp216,000

Persiapan:
buat akun pph23 : “Potongan PPH23” tipenya Piutang-pajak
nanti akun ini akan muncul di Laporan Neraca anda dan bisa disilangkan dengan akun Hutang-pajak PPH 23 nantinya.

1.Membuat Transaksi Penjualan

Untuk transaksi penjualan yang dibuat seperti biasanya tanpa dipotong terlebih dahulu dengan nilai pajak PPh 23. Untuk contoh ini sebagai berikut detail transaksinya

  • Harga Item = 200.000
  • PPn 10% = 20.000
  • Total = 220.000

2.Membuat Nota Potong

  • Masuk menu [Penjualan] > [Nota Potong]
  • Klik button |Tambah Baru| > isi “Tanggal, Mitra Bisnis, Jumlah senilai Pajak PPh 23 yang dipotongkan, dan Akun diarahkan ke akun 122002|Potongan PPh 23”
  • Klik button |Save| untuk menyimpan

Setelah “Nota Potong” dibuat maka secara “Lihat Piutang” akan terpotong, akan tetapi perlu dilakukan kontra pada transaksi “Penerimaan Pembayaran” untuk pemotongan secara laporan. Akan diterangkan pada Langkah 3 berikut.

3.Penerimaan Pembayaran

  • Masuk menu [Kas/ Bank] > [Penerimaan Pembayaran]
  • Klik button |Tambah Baru| > Tentukan “Tanggal Transaksi dan Mitra Bisnis”
  • Klik button |Pilih Piutang| untuk memilih piutang yang dibayar
  • Klik button |Pilih FCN| untuk memilih nota potong yang dibuat/ yang akan dipotongkan
  • Klik tab menu [Cara Bayar] untuk memilih kas penampung transaksi penerimaan pembayaran > Klik button |Cara Bayar| > tentukan tipe pembayaran serta kas penampung yang diinginkan.

 

4.Laporan

Untuk Pengecekan bisa dilihat pada Jurnal Umum yang terbuat secara otomatis. Sedangkan untuk Laporan bisa dilihat pada Laporan Neraca.

Bagikan jika tutorial ini bermanfaat :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print

Panduan Yang Mungkin Juga Anda Butuhkan :