Pengertian Break Even Point (BEP), Fungsi dan Rumusnya

Wednesday, 7 October 2020
Feni Purwantini
Feni Purwantini

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Break Even Point (BEP) salah satu komponen yang ada pada laporan keuangan sebuah perusahaan untuk mengetahui apakah perusahaan sudah menutup modal yang dikeluarkan atau belum. BEP produksi sangat dibutuhkan oleh sebuah pabrik agar tahu berapa jumlah minimum unit yang harus dijual untuk menutupi modal.

Pengertian BEP

BEP (Break Even Point) adalah sebuah kondisi dimana pendapatan hasil penjualan perusahaan totalnya sama persis dengan uang yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai modal.

Pengertian Dan Rumus Menghitung Break Even Point

Break Even Point (Sumber: Freepik.com)

Pengertian secara mudahnya BEP adalah pendapatan sama dengan pengeluaran oleh karena itu perusahaan tidak mendapat kerugian maupun laba. Di dalam akuntansi BEP ini disebut dengan titik impas.

Sedangkan pengertian BEP menurut beberapa sumber buku adalah sebagai berikut :

  • Hansen dan Mowen 2011:14. Titik impas (Break even poit) adalah titik dimana total pendapatan sama dengan total biaya, titik dimana laba sama dengan nol.
  • Bustam dan Nurlela 2006 : 208. Break Even Point adalah suatu kondisi dimana perusahaan yang pendapatan penjualannya sama dengan total jumlah biayanya atau besarnya kontribusi margin, sama dengan total biaya tetap, dengan kata lain perusahaan tidak mendapatkan untung maupun menderita kerugian.
  • Horngreen dkk 2006:448. BEP merupakan suatu tingkat penjualan dimana laba operasinya adalah nol: total pendapatan sama dengan total pengeluaran

Fungsi Break Even Point

Jika kita tarik dari pengertiannya mengenai BEP diatas maka salah satu fungsi dari BEP yaitu membantu perusahaan dalam menentukan target penjualan agar perusahaan mendapatkan keuntungan.

Karena tidak mungkin sebuah perusahaan hanya ingin mengejar titip impas / BEP saja pasti harapannya adalah mendapatkan keuntungan. Dan fungsi lain dari BEP adalah sebagai berikut ;

  1. Membantu perusahaan dalam mengukur dan menjaga supaya penjualan dan tingkat produksi tidak lebih kecil dari BEP
  2. Membantu perusahaan merencanakan penjualan dan sekaligus perencanaan tingkat produksi.
  3. Untuk membantu pebisnis dalam mengetahui apakah modal yang ia keluarkan sudah kembali atau belum.

Rumus Menghitung BEP

BEP merupakan dimana impasnya antara biaya dan modal maka rumus sederhanya seperti ini ;

Pendapatan/ Penjualan = Total Biaya

Dari rumus diatas bisa dijabarkan rumus BEP harga sebagai berikut

Harga Jual (P)x Kuantitas (Q) = Biaya Variabel (V) + Biaya Tetap (BT)

  • P x Q = BT + V x Q
  • PQ – VQ = BT
  • Q = BT / (P – V)

Sehingga Formula BEP, yaitu:

Q* = BT / (P – V)

Dimana:

  • Q* = kuantitas produk yang dijual untuk break even
  • BT = total biaya tetap
  • P = harga jual produk per unit
  • V = biaya variabel per unit
  • P – V = kontribusi marginal per unit

Analisis Break Even Point (BEP)

Analisis BEP merupakan sebuah metode yang digunakan untuk mengukur tingkat minimum penjualan yang harus dilakukan supaya dapat menutupi biaya.

Hal hal yang harus diperhatikan dalam analisis BEP itu yaitu volume penjulan, volume produksi, harga jual, biaya produksi, biaya variabel, biaya tetap serta laba dan rugi.

Herjanto (2008:151), mengatakan bahwa analisi pulang pokok (break-event analysis) merupakan suatu analisis yang memiliki tujuan untuk menemukan satu titik dalam kurva biaya-pendapatan yang menunjukkan biaya sama dengan pendapatan. Dan titik itu disebut sebagai titik pulang pokok (BEP)

Manfaat dari analisis balik modal adalah sbb ;

  • Membantu memberikan informasi data kepada manajemen dan sebagai pedoman manajemen dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya contohnya masalah pergantian ataupun penambahan fasilitas pabrik (mesin) dll.
  • Membantu manajemen dalam mengambil keputusan apakah suatu usaha itu masih tetap bisa berjalan atau sebaiknya ditutup saja.

Cara Membuat Grafik BEP

Ada 2 tahapan yang harus dilakukan dalam menggambar garis biaya tetap dalam BEP :

  1. Pertama menggambarkan garis biaya tetap secara horizontal sejajar dengan sumbu X
  2. Kedua menggambarkan garis biaya tetap sejajar dengan garis biaya variabel.

Contoh Grafik Break Even Point

Grafik Break Even Point

Contoh Grafik BEP (Sumber: Dictio.id)

Kesimpulan

BEP merupakan salah satu komponen dari laporan keuangan. Dan untuk membuat laporan keuangan ada 3 cara yaitu dengan menggunakan manual (buku kas) yang ditulis manual, menggunakan komputer dengan memanfaatkan microsoft excel, dan menggunakan software akuntansi.

Banner Beecloud Bikin Laporan Neraca 1x Klik

Beecloud software akuntansi online yang harganya sangat hemat, bisa membantu Anda dalam membuat laporan dengan cepat dan akurat dan yang terpenting bisa diakses kapan saja dan dimana saja serta Anda tidak perlu server.

Langsung saja dicoba free trialnya selama 14 hari dengan klik disini. Dan dapatkan pengalaman mudah dan simplenya membuat laporan keuangan menggunakan Beecloud.

Semoga artikel mengenai BEP ini bisa membantu Anda dalam mengembangkan bisnis. Sampai jumpa lagi diartikel-artikel selanjutnya.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print
Artikel Yang Mungkin Anda Suka :